Pencarian

Ekspor Sumatera Barat Tembus US$1,56 Miliar di Semester I 2026, Sawit Masih Jadi Andalan Utama

Rabu, 05 Agustus 2026 • 15:14:31 WIB
Ekspor Sumatera Barat Tembus US$1,56 Miliar di Semester I 2026, Sawit Masih Jadi Andalan Utama
Petugas memeriksa dokumen ekspor di pelabuhan Padang, Sumatera Barat, Senin (5/8/2026).

PADANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat kinerja ekspor daerah yang impresif pada paruh pertama 2026. Kelompok lemak dan minyak hewan atau nabati, yang didominasi CPO dan turunannya, menjadi penopang utama dengan kontribusi mencapai US$1,338 miliar dari total ekspor US$1,568 miliar sepanjang Januari–Juni 2026.

Kepala BPS Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan permintaan global yang tetap kuat terhadap komoditas sawit. Sementara itu, sektor industri pengolahan mendominasi dengan kontribusi 96,81 persen dan tumbuh 26,23 persen dibandingkan semester I 2025.

India Masih Jadi Pasar Terbesar, Disusul Pakistan dan Tiongkok

Dari sisi negara tujuan, India tetap menjadi pangsa pasar utama dengan nilai ekspor mencapai US$385,12 juta atau setara 24,56 persen dari total ekspor Sumbar. Posisi berikutnya ditempati Pakistan dengan nilai US$239,84 juta, disusul Tiongkok sebesar US$201,09 juta.

Bangladesh dan Myanmar melengkapi lima besar tujuan ekspor dengan nilai masing-masing US$173 juta dan US$136,65 juta. Kelima negara tersebut menjadi pasar utama bagi berbagai komoditas unggulan, terutama produk sawit.

Ekspor Kopi dan Rempah Justru Anjlok Hingga 44 Persen

Di tengah kinerja gemilang sawit, sektor pertanian lainnya justru menunjukkan tren sebaliknya. Ekspor kopi, teh, dan rempah-rempah mengalami penurunan drastis sebesar 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pelemahan ini turut menyeret kinerja ekspor sektor pertanian secara keseluruhan. Meski begitu, produk kimia serta karet dan barang dari karet tercatat mengalami peningkatan selama periode tersebut, memberikan diversifikasi bagi struktur ekspor daerah.

Harga CPO Dunia dan Permintaan Asia Jadi Pendorong Utama

"Komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati masih menjadi penopang utama ekspor Sumatera Barat sepanjang Januari hingga Juni 2026," kata Nurul Hasanudin, dikutip Rabu (5/8/2026).

Meningkatnya permintaan dari negara-negara Asia Selatan dan Asia Timur menjadi faktor kunci di balik pertumbuhan ini. Dengan pangsa pasar yang terkonsentrasi pada lima negara, BPS menilai peluang diversifikasi pasar masih terbuka lebar untuk mengurangi ketergantungan pada satu atau dua negara tujuan.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: langgam.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks