PADANG — Prakiraan BMKG Minangkabau menempatkan Kabupaten Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Solok sebagai wilayah paling berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat. Warga di kawasan tersebut diminta menyiapkan langkah antisipasi sejak pagi.
Pada pagi hari, kondisi cuaca di sebagian besar Sumatera Barat diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Pola cuaca berubah menjelang siang ketika awan hujan mulai tumbuh di sisi timur dan bergerak ke arah pesisir.
Wilayah Mana Saja yang Berpotensi Hujan Lebat Siang Ini?
Enam daerah masuk kategori waspada hujan sedang-lebat pada periode siang hingga sore. Selain Kota Padang dan Pesisir Selatan, BMKG mencatat Tanah Datar, Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Solok sebagai titik yang perlu diperhatikan.
Peringatan dini harian BMKG juga mencakup Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Pasaman, Solok Selatan, dan daerah sekitarnya. Cakupan ini lebih luas dari prakiraan hujan lebat siang-sore, sehingga warga di kawasan tersebut tetap diminta waspada sepanjang hari.
Malam hingga Dini Hari: Hujan Ringan Merata di Sejumlah Kabupaten
Memasuki malam hari, cuaca umumnya berawan. Potensi hujan ringan diprakirakan muncul di Pasaman Barat, Agam, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Solok Selatan, dan Dharmasraya.
Pada dini hari, hujan ringan berpotensi mengguyur Kepulauan Mentawai dan Sijunjung. Intensitasnya lebih rendah dibanding siang, tetapi tetap perlu diantisipasi di kawasan lereng dan bantaran sungai.
Suhu 18-31 Derajat Celsius, Angin dari Tenggara hingga Barat
BMKG Minangkabau mencatat suhu udara di Sumatera Barat berkisar 18 hingga 31 derajat Celsius. Kelembapan udara berada di rentang 65 hingga 98 persen.
Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 4 hingga 22 kilometer per jam. Kombinasi kelembapan tinggi dan angin dari arah timur-selatan ini yang memicu pertumbuhan awan hujan pada siang hari.
Genangan, Banjir, dan Longsor Jadi Risiko Utama
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca tersebut. Potensi genangan air, banjir, dan longsor disebut paling perlu diperhatikan di wilayah rawan.
Warga yang tinggal di lereng bukit dan tepi sungai diminta memantau kondisi sekitar, terutama saat hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam. Pengendara juga disarankan berhati-hati di ruas jalan yang biasa tergenang.
Prakiraan ini berlaku untuk periode Jumat (30/10/2026) dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Pembaruan informasi cuaca tersedia melalui kanal resmi BMKG Minangkabau.