SUMATERA BARAT — Honda dan Mitsubishi menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan pikap bermerek Honda yang berbasis Triton, dengan target peluncuran 2028. Kendaraan ini akan dijual khusus di pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan menjadi pikap body-on-frame pertama Honda setelah puluhan tahun absen di segmen tersebut.
Kesepakatan antara Honda dan Mitsubishi ini menandai langkah baru bagi Honda di segmen pikap. Selama ini, Honda lebih dikenal lewat Ridgeline yang mengandalkan konstruksi unibody untuk penggunaan ringan, bukan pikap tangguh berbasis sasis tangga.
Pikap baru tersebut akan diproduksi di fasilitas yang sama dengan Mitsubishi Triton. Artinya, kedua merek akan berbagi lini produksi, meski detail seberapa jauh Honda akan mengubah desain dan spesifikasi belum dipastikan.
Honda punya posisi kuat di Asia Tenggara lewat sepeda motor dan mobil penumpang. Namun di segmen pikap, Honda praktis tidak punya produk yang bersaing langsung dengan Triton, Hilux, atau Ranger.
Pasar pikap di kawasan ini cukup besar, terutama di Thailand dan Indonesia. Dengan basis Triton yang sudah terbukti, Honda bisa masuk lebih cepat tanpa harus mengembangkan platform dari nol.
Sejarah mencatat Honda pernah membuat pikap, yakni T360 pada 1963. Setelah itu, Ridgeline menjadi satu-satunya produk bak terbuka Honda, itupun dengan pendekatan berbeda dari pikap body-on-frame konvensional.
Mitsubishi Triton saat ini tersedia dengan dua pilihan mesin 2.4 liter. Satu versi mesin bensin naturally aspirated, satunya turbo-diesel yang menghasilkan 201 tenaga kuda dan torsi 347 pound-feet atau sekitar 470 Nm.
Belum ada kepastian apakah Honda akan memakai mesin yang sama atau menyematkan unit turbo bensin berkapasitas lebih kecil untuk membedakan produknya. Honda juga bisa memilih pendekatan badge engineering dengan perubahan kosmetik terbatas.
Sebagai perbandingan, Honda Prologue dan Chevrolet Blazer EV memakai platform baterai yang sama tetapi punya panel bodi, interior, dan perangkat lunak yang berbeda. Pola serupa bisa diterapkan Honda pada pikap ini.
Indonesia disebut sebagai salah satu pasar tujuan pikap Honda ini, bersama Vietnam dan Thailand. Untuk konsumen lokal, kehadiran pikap Honda berarti tambahan pilihan di segmen yang selama ini dikuasai Toyota Hilux, Mitsubishi Triton, dan Isuzu D-Max.
Faktor merek bisa jadi keunggulan Honda. Basis pengguna sepeda motor dan mobil Honda di Indonesia sangat besar, dan loyalitas merek sering menjadi pertimbangan utama saat membeli kendaraan niaga ringan.
Meski begitu, harga dan jaringan purna jual akan menentukan daya saing. Pikap dipakai untuk kerja berat, jadi biaya perawatan dan ketersediaan suku cadang sama pentingnya dengan spesifikasi mesin.
Kesepakatan Honda dan Mitsubishi bersifat dua arah. Mitsubishi disebut berpotensi merilis produk hasil rebadge dari Honda, meski belum ada detail model apa yang dimaksud.
Di sisi lain, Mitsubishi dan Nissan sedang mengerjakan Triton dan Frontier generasi berikutnya untuk pasar Amerika Serikat. Artinya, kolaborasi ini lebih berdampak pada lini produk di Asia Tenggara ketimbang pasar global.
Bagi konsumen Indonesia, kabar ini layak diikuti. Pikap Honda berbasis Triton bisa menjadi alternatif menarik pada 2028, asalkan Honda serius menggarap segmen ini dan tidak sekadar menempel logo di gril.