Pencarian

Dinkes Padang Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor dalam Implementasi Integrasi Layanan Primer

Rabu, 30 September 2026 • 08:40:02 WIB
Dinkes Padang Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor dalam Implementasi Integrasi Layanan Primer
Kepala Dinkes Padang Srikurnia Yati menegaskan pelayanan kesehatan harus menjangkau puskesmas, pustu, dan posyandu.

Dinas Kesehatan Kota Padang memperkuat kolaborasi lintas program dan lintas sektor dalam implementasi integrasi layanan primer (ILP) untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat di tingkat puskesmas, pustu, dan posyandu. Penguatan itu dibahas dalam kegiatan Penguatan Lintas Program dan Lintas Sektor dalam Implementasi Pelayanan Kesehatan Primer dan Komunitas pada 29 September 2026. Pelaksanaannya melibatkan camat, kader, dan organisasi profesi untuk memantau kondisi warga sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan dasar.

PADANG — Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti di dalam gedung puskesmas. Masyarakat mesti tetap terlayani ketika berada di puskesmas pembantu (pustu) maupun posyandu. Karena itu, keterhubungan antarunit dan antarprogram dinilai perlu terus dibenahi.

Menurut Srikurnia, kolaborasi yang dibangun menghubungkan layanan kesehatan mulai dari puskesmas, pustu, hingga posyandu secara terpadu. Pelaksanaannya juga menggandeng camat, kader, dan organisasi profesi untuk bersama-sama memantau kondisi warga.

Apa Itu Integrasi Layanan Primer yang Diterapkan di Padang?

ILP merupakan pendekatan pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup yang menuntut keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Srikurnia menilai penerapannya tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan.

"Pelaksanaan ILP tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran dari berbagai unsur yang terlibat dalam pelayanan di masyarakat," ujarnya.

Masukan dari kader, pemerintah kecamatan, dan organisasi profesi dihimpun untuk menyempurnakan penerapan ILP di lapangan. Salah satu instrumen yang dipakai adalah Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) yang dilakukan kader bersama tenaga kesehatan.

Peran Camat hingga Kader dalam Pemantauan Wilayah

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Padang Tarmizi Ismail menyatakan penerapan ILP diarahkan untuk mengoptimalkan fungsi fasilitas pelayanan kesehatan hingga ke tingkat masyarakat. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai penguatan lintas sektor untuk memberikan pelayanan terintegrasi.

"Kegiatan ini adalah penguatan lintas sektor untuk memberikan pelayanan terintegrasi di puskesmas, pustu, dan posyandu. Kami ingin memperluas serta memperbaiki layanan agar masalah kesehatan masyarakat dapat terselesaikan sesuai visi-misi Pemko Padang dan Kementerian Kesehatan," kata Tarmizi.

Ia menekankan masyarakat perlu mendapat informasi yang jelas mengenai layanan yang tersedia di puskesmas, pustu, dan posyandu. Penguatan peran seluruh pemangku kepentingan dinilai penting agar pelayanan berbasis siklus hidup dapat diterapkan secara optimal.

Siapa Saja yang Terlibat dalam Kegiatan Ini?

Kegiatan tersebut dihadiri camat se-Kota Padang, pimpinan puskesmas, ketua pembina posyandu kecamatan, kader pustu dan posyandu bidang kesehatan, serta organisasi profesi kesehatan. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya menyatukan pemahaman lintas program di tingkat kota.

Dinas Kesehatan Kota Padang berharap koordinasi antarpemangku kepentingan semakin baik. Dengan begitu, kondisi kesehatan masyarakat di setiap wilayah dapat dipantau secara aktif dan pelayanan diberikan sesuai kebutuhan warga.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks