Pencarian

Tari "Malamang" SMKN 7 Padang Tutup Malam Keempat Saraso Fest di Taman Budaya Sumbar

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 21:44:02 WIB
Tari
Sanggar Talang Sarueh SMKN 7 Padang membawakan tari "Malamang" sebagai penutup malam keempat Saraso Fest di Taman Budaya Sumatera Barat.

Sanggar Talang Sarueh dari SMKN 7 Padang menampilkan karya tari bertajuk "Malamang" pada hari keempat Pekan Kebudayaan Daerah Saraso Fest di panggung Taman Budaya Sumatera Barat, Padang. Karya itu mengangkat prosesi memasak lemang dalam bambu sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong warga Minangkabau. Penampilan tersebut menjadi salah satu atraksi penutup rangkaian pertunjukan malam itu.

PADANG — Panggung utama Saraso Fest malam keempat diisi lima atraksi kesenian, dua di antaranya dibawakan kelompok pelajar. Sanggar Talang Sarueh SMKN 7 Padang tampil sebagai penutup lewat karya tari "Malamang" yang mengangkat tradisi memasak lemang di dalam bambu.

Kepala Seksi Produksi dan Kreasi Seni Budaya UPTD Taman Budaya Sumatera Barat, Ade Efdira, menyebut penampilan itu sebagai salah satu yang paling menonjol pada malam tersebut.

"Malam ini kita menampilkan lima atraksi kesenian, dua di antaranya berasal dari kelompok pelajar. Salah satu penampilan penutup yang sangat luar biasa adalah aksi dari Sanggar Talang Sarueh SMKN 7 Padang dengan karya tarinya berjudul Malamang," kata Ade di Padang, Kamis.

Dari Skola Art Fest ke Panggung Provinsi

Kehadiran Sanggar Talang Sarueh di panggung festival tingkat provinsi bukan jalur instan. Ade menjelaskan, sanggar sekolah itu lolos lewat program pembinaan berkelanjutan Skola Art Fest atau Panggung Seni Pelajar yang diinisiasi Dinas Kebudayaan Sumatera Barat.

Program tersebut berfungsi menyaring, melatih, dan memfasilitasi kreativitas seni pelajar SMA/SMK sederajat. Sekolah yang terpilih harus melewati beberapa fase sebelum naik ke panggung Saraso Fest.

Fase itu mencakup lokakarya manajemen pertunjukan, pendampingan atau coaching clinic oleh seniman profesional, hingga unjuk kreativitas di tingkat festival pelajar.

"Melalui jalur pembinaan di Skola Art Fest, bakat-bakat muda ini tidak hanya dilatih secara teknis gerak, tetapi juga diajarkan bagaimana merancang sebuah produksi pertunjukan yang matang," ujar Ade.

Nilai Tradisi yang Tak Kehilangan Ruh

Tari "Malamang" membawa esensi prosesi memasak lemang yang lekat dengan hari besar keagamaan maupun adat masyarakat Minangkabau. Prosesi itu jadi penanda rasa syukur dan kerja bersama antarwarga.

Menurut Ade, keterlibatan aktif sanggar sekolah seperti SMKN 7 Padang menunjukkan generasi muda mampu menyerap nilai klasik tradisi dan mengemasnya tanpa kehilangan ruh asli budayanya.

Langkah pembinaan pelajar ini sejalan dengan misi utama Saraso Fest dalam membangun Manajemen Talenta Nasional (MTN) di bidang seni dan kebudayaan.

Babiola hingga Komposisi Musik Modern-Tradisi

Malam keempat Saraso Fest tidak hanya diisi penampilan SMKN 7 Padang. Panggung festival juga dimeriahkan atraksi seni tradisi Babiola dan Tari Babuai dari Sanggar Bujang Saiyo Laban, Kabupaten Pesisir Selatan.

Selain itu, tampil pula pertunjukan seni dari SMPN 1 Padang serta sajian komposisi musik modern-tradisi dari seorang komposer muda. Rangkaian atraksi itu menutup pertunjukan hari keempat Pekan Kebudayaan Daerah Saraso Fest.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks