SUMATERA BARAT — Timnas Inggris menghajar Kroasia 7-0 di ajang Nations League, sebuah kemenangan bersejarah yang sekaligus mempertegas kebangkitan skuad asuhan Thomas Tuchel. Anthony Gordon dan Bukayo Saka tampil menggila di lini sayap, sementara debut penuh Alex Scott memberi sinyal bahwa Tuchel punya stok pemain muda yang siap diandalkan.
Laga di Kroasia berakhir dengan skor yang nyaris mustahil dibayangkan sebelum kick-off. Inggris mencetak tujuh gol tanpa balas, dan menurut catatan pertandingan, mereka bisa saja mencetak dua digit angka andai penyelesaian akhir lebih rapi. Kroasia, tim peringkat 13 dunia, tidak punya jawaban atas tekanan konstan yang dibangun sejak menit awal.
Gordon dan Saka Bikin Lini Sayap Kroasia Kewalahan
Dua nama paling menonjol di laga ini adalah Anthony Gordon dan Bukayo Saka. Keduanya berada dalam performa terbaik, mencetak gol sekaligus terus merepotkan pertahanan Kroasia sepanjang pertandingan. Kombinasi kecepatan dan agresivitas mereka jadi sumber utama peluang Inggris.
Di sisi lain, debut penuh Alex Scott menjadi cerita tersendiri. Pemain berusia 23 tahun itu tampil tenang, menunjukkan kualitas di atas dan tanpa bola, serta ketangguhan dalam duel. Penampilan itu memunculkan pertanyaan mengapa Tuchel tidak membawanya ke Piala Dunia.
Tuchel: Luka Kekalahan dari Argentina Belum Hilang
Kemenangan besar ini tidak serta-merta menghapus kekecewaan Inggris di laga-laga sebelumnya. Tuchel mengakui bahwa rasa sakit akibat kekalahan dari Argentina masih membekas di ruang ganti.
"Jika kamu merasakan sakit, kamu harus menerima rasa sakit itu. Begitu juga dengan kekecewaan. Tidak mudah di awal pemusatan latihan. Kami tampil sangat baik melawan Spanyol. Fokus dalam pertemuan, penerjemahan pertemuan di lapangan, membawanya dalam kondisi seperti ini di Kroasia, meraih kemenangan dominan ini adalah cara untuk move on. Kami akan selalu punya bekas luka, merasakan sakit, tapi inilah cara untuk maju. Kami bermain dengan cara yang sama di ketiga pertandingan," kata Tuchel.
Lamine Yamal Kembali Jadi Sorotan di Kemenangan Spanyol
Sementara Inggris berpesta, Spanyol terus melaju. Lamine Yamal menjadi bintang dalam kemenangan atas lawan-lawannya, mencetak gol ke gawang Inggris dan Kroasia. Di laga terbaru, ia mencetak gol pada menit keenam setelah menerima umpan cepat dari Dani Olmo, melepaskan tembakan melengkung ke sudut jauh gawang.
Menariknya, peluang pertama Yamal datang jauh lebih cepat. Lima belas detik setelah kick-off, ia sudah menekan kiper lawan dan nyaris mencetak gol. Pada menit pertama, ia melepaskan tembakan yang melebar tipis dari gawang Antonin Kinsky. Secara total, Yamal hanya butuh 494 detik untuk mencetak tiga gol di tiga laga berbeda.
Kemenangan Bersejarah, Kekalahan Bersejarah
Bagi Inggris, hasil ini tercatat sebagai kemenangan bersejarah. Bagi Kroasia, ini adalah kekalahan terburuk mereka di kompetisi resmi. Seluruh elemen permainan Inggris berjalan sesuai rencana, mulai dari pressing tinggi, transisi cepat, hingga penyelesaian akhir yang efisien.
Namun, ada catatan di luar lapangan. Atmosfer stadion di Kroasia diwarnai kehadiran anak-anak dalam jumlah besar, dengan suara nyaring yang membuat pertandingan terasa seperti konser idola remaja. Sayangnya, momen itu juga dibarengi dengan insiden rasisme yang menurut laporan terjadi cukup rutin di sana.
Dampak ke Klasemen dan Agenda Berikutnya
Kemenangan 7-0 ini memperkuat posisi Inggris di Grup Nations League dan memberi modal kepercayaan diri menjelang jeda internasional berikutnya. Sementara itu, Tuchel masih punya pekerjaan rumah: memastikan konsistensi performa di laga-laga besar, terutama setelah kekalahan menyakitkan dari Argentina dan Spanyol.
Bagi Kroasia, kekalahan ini memaksa mereka melakukan evaluasi menyeluruh. Pertahanan yang biasanya solid hancur total, dan lini tengah tidak mampu mengimbangi intensitas Inggris. Laga berikutnya akan menjadi ujian mental bagi skuad asuhan pelatih mereka.