Pencarian

25 Talenta Muda Sumbar Latih Olah Tanah Liat Jadi Karya Fungsional di Taman Budaya Padang

Senin, 05 Oktober 2026 • 13:27:32 WIB
25 Talenta Muda Sumbar Latih Olah Tanah Liat Jadi Karya Fungsional di Taman Budaya Padang
Peserta lokakarya kriya mengolah tanah liat di Taman Budaya Sumatera Barat, Padang.

UPTD Taman Budaya Sumatera Barat menggelar lokakarya kriya 2026 yang melatih 25 peserta terpilih mengolah tanah liat menjadi karya seni fungsional selama tiga hari, 5–7 Oktober 2026, di Padang. Kegiatan bertema "Mengubah Tanah Liat Menjadi Karya Seni Fungsional" itu menghadirkan seniman keramik dan akademisi ISI Padang Panjang sebagai pemateri. Lokakarya ini menjadi ruang inkubasi bagi talenta muda yang diharapkan tumbuh menjadi wirausahawan ekonomi kreatif berbasis kriya.

PADANG — Kepala UPTD Taman Budaya Sumatera Barat, M. Devid SSTP, menyebut lokakarya kriya sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah memfasilitasi talenta kreatif generasi muda di ranah seni rupa dan kriya. Peserta tidak hanya dibekali aspek teknis pembuatan kerajinan, tetapi juga cara menyalurkan gagasan estetis ke media tanah liat.

"Workshop kriya ini tidak hanya mengajarkan aspek teknis pembuatan kerajinan, tetapi juga bagaimana para peserta, khususnya talenta-talenta muda, dapat menyalurkan gagasan estetis mereka ke dalam media tanah liat hingga menjadi produk kriya bernilai guna dan fungsional," ujar M. Devid di Padang.

Kegiatan ini menjembatani inovasi modern dan keahlian kriya tradisional. Ruang inkubasi itu diharapkan menjaga seni kriya lokal tetap relevan di tengah perkembangan industri kreatif.

Siapa Saja Peserta yang Terpilih?

Lokakarya tahun ini diikuti sedikitnya 25 peserta terpilih. Di antaranya Afdilla Nurhaliza, Agung Pratama, Aisyah Rahma Putri, Alfiando, dan deretan kreator muda lainnya.

Mereka mendapat bimbingan intensif dari praktisi dan akademisi seni rupa yang kompeten di bidangnya. Pemateri yang dihadirkan yakni seniman keramik Rahmat Hafiz Fauzi, S.Ds., dan akademisi dari ISI Padang Panjang Wisnu Prastawa, S.sn., M.sn.

Nessya Fitryona, S.Pd, M.Sn. bertindak sebagai moderator selama tiga hari pelaksanaan kegiatan.

Teknik Apa Saja yang Dipelajari Peserta?

Para peserta dilatih secara mendalam mulai dari teknik dasar pengolahan bahan tanah liat. Proses pembentukan cetak maupun putar (pottery) juga menjadi materi utama.

Materi berlanjut ke teknik penyelesaian akhir (finishing) produk. Kombinasi keterampilan itu disiapkan agar peserta mampu menghasilkan karya kriya bernilai guna dan fungsional.

Pelatihan menyeluruh ini menjadi modal awal bagi peserta untuk mengembangkan produk kriya yang punya nilai jual.

Bagaimana Dampaknya bagi Ekonomi Kreatif Sumbar?

Pihak UPTD Taman Budaya berharap ilmu dan pengalaman aplikatif yang diperoleh para peserta selama workshop dapat menjadi modal awal bagi lahirnya wirausahawan baru di sektor ekonomi kreatif berbasis kriya di Sumatera Barat.

Harapan itu sejalan dengan kebutuhan daerah akan pelaku usaha kriya yang mampu mengolah bahan lokal menjadi produk bernilai tambah. Talenta muda yang terlatih dinilai bisa mengisi ceruk pasar kriya yang terus berkembang.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks