Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mulai memperbaiki kolam milik pembudidaya ikan yang terdampak bencana hidrometeorologi pada November–Desember 2025. Perbaikan tahap awal menyasar kolam di Kecamatan Tanjung Raya dengan pengerukan memakai excavator bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Anggaran pemulihan baru tersedia lewat APBD Perubahan 2026 yang disahkan 30 September 2026.
LUBUK BASUNG — Kegiatan pengerukan mulai dilaksanakan pada 2 Oktober 2026, menyasar kolam yang mengalami pendangkalan dan tertimbun material dalam jumlah cukup banyak. Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKP) Agam menjalankan perbaikan secara bertahap berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi kondisi sarana budidaya yang rusak.
Kepala DPKP Agam Rosva Deswira menyatakan perbaikan difokuskan lebih dulu ke kolam petani di Kecamatan Tanjung Raya. Alat berat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dikerahkan agar proses pembersihan berjalan lebih cepat.
"Saat ini perbaikan kolam milik petani di Kecamatan Tanjung Raya," kata Rosva.
Kolam Tertimbun Lumpur hingga Tak Bisa Dipakai
Bencana hidrometeorologi yang melanda Agam pada November–Desember 2025 berdampak ke sejumlah wilayah. Sarana dan prasarana perikanan budidaya warga mengalami kerusakan serta gangguan operasional.
Kolam pembudidaya di beberapa lokasi mengalami pendangkalan, tertimbun lumpur, tanah, dan material lain. Kondisi itu membuat kolam tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan budidaya.
"Kondisi tersebut membutuhkan penanganan dan pemulihan agar aktivitas budidaya ikan masyarakat dapat kembali berjalan," ujar Rosva.
Anggaran Baru Tersedia Lewat APBD Perubahan 2026
Pemkab Agam mengalokasikan anggaran pemulihan melalui APBD Perubahan tahun anggaran 2026. Anggaran kegiatan tersebut belum tersedia dalam APBD awal 2026 di DPKP Agam.
Penganggaran baru dilakukan setelah APBD Perubahan disahkan pada 30 September 2026. Setelah pengesahan itu, DPKP Agam langsung bergerak melakukan pengerukan kolam terdampak.
Pengerukan diarahkan terutama ke kolam yang mengalami pendangkalan dan tertimbun material dalam jumlah besar. Penggunaan excavator diharapkan mempercepat pembersihan sekaligus mengembalikan fungsi kolam.
Pemulihan Bertahap agar Budidaya Kembali Jalan
Perbaikan dijalankan bertahap mengikuti hasil pendataan dan verifikasi kondisi sarana budidaya. Tahapan ini menentukan kolam mana yang diprioritaskan lebih dulu.
Rosva menyebut pemulihan kolam diharapkan membantu pembudidaya kembali menjalankan kegiatan budidaya ikan secara bertahap. Pemulihan usaha perikanan warga menjadi target akhir dari kegiatan tersebut.
"Pemulihan kolam diharapkan dapat membantu pembudidaya untuk kembali melakukan kegiatan budidaya ikan secara bertahap dan mendukung pemulihan usaha," katanya.