PAYAKUMBUH — Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Payakumbuh A. Arifianto menyebut penyisiran lapangan dilakukan untuk mencocokkan data distribusi administratif dengan kondisi riil di masyarakat. Pengawasan mencakup ketersediaan stok, jadwal pasokan, hingga rekam jejak kekosongan barang di tingkat agen dan pangkalan.
"Kita mengecek profil, data umum dan kondisi riil di tingkat agen maupun pangkalan. Dari sampel yang kita lihat, stok LPG aman dan tidak ditemukan kendala kelangkaan," kata Arifianto.
Harga di Agen Rp15.000, Pangkalan Rp17.000
Pemeriksaan menyasar agen dan pangkalan di kawasan Payakumbuh Timur dan Payakumbuh Utara. Petugas meninjau stok di gudang, menimbang kelayakan dan berat tabung, serta mengantisipasi potensi penimbunan.
Dari sisi harga, LPG bersubsidi di tingkat agen dijual Rp15.000 per tabung dan di pangkalan Rp17.000 per tabung. Arifianto memastikan angka itu tidak menyalahi regulasi HET yang ditetapkan pemerintah.
"Harga yang kami temukan di agen Rp15.000 dan di pangkalan Rp17.000. Jadi, masih sesuai dengan HET yang tercantum pada papan informasi," ujarnya.
Alokasi 6.300 Mega Ton, Tertinggi di Sumatera Barat
Kota Payakumbuh memiliki alokasi LPG 3 kilogram mencapai 6.300 mega ton per tahun. Jumlah itu jauh di atas daerah tetangga di Sumatera Barat seperti Kota Bukittinggi (3.000 mega ton), Sawahlunto (2.000 mega ton), Pariaman (1.900 mega ton), dan Solok (1.700 mega ton).
Meski alokasi tergolong besar, Satgas menemukan satu agen yang mengajukan permohonan penambahan kuota pasokan. Tim akan mengaudit data secara komprehensif sebelum meneruskan usulan tersebut.
"Kalau memang terbukti ada kekurangan yang valid, baru rekomendasi penambahan kuota kita teruskan ke SPBE atau Pertamina," ujar Arifianto.
Sinkronisasi Jadwal Pasokan dari SPBE
Langkah verifikasi data diambil sebagai respons atas laporan kekurangan pasokan dari pangkalan beberapa waktu lalu. Satgas akan menyinkronkan jadwal pasokan dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji, melacak riwayat kekosongan selama satu bulan terakhir, serta meneliti fluktuasi pasokan yang diterima tiap agen.
"Kita ingin melihat datanya secara utuh, bukan hanya berdasarkan laporan. Karena itu, riwayat pasokan dan kekosongan stok akan kita cocokkan dengan kondisi di lapangan," katanya.
Dalam sidak penutup, tim turut mengendus potensi rembesan distribusi ke luar wilayah administrasi Payakumbuh dan menarik tabung yang kondisinya sudah usang. Hingga inspeksi berakhir, Satgas memastikan rantai distribusi berjalan bersih.
"Sejauh pemeriksaan hari ini, tidak ditemukan pelanggaran, kejanggalan maupun masalah harga. Stok aman dan harga di agen serta pangkalan sesuai dengan HET," pungkasnya.