PADANG — Perjalanan Hapkido di Sumatera Barat tidak lepas dari peran Yon Deri Karata. Pria yang kini menjabat Sekretaris Pengurus Daerah Hapkido Indonesia Sumbar ini menjadi motor penggerak yang membawa olahraga bela diri tersebut dari nol hingga diakui KONI pada 2019.
Yon Deri Karata mendirikan dojang pertama, Koto Basaga Hapkido Club di Kota Padang, pada 1 Februari 2017. Dojang itu menjadi pusat pembinaan atlet pertama sekaligus cikal bakal penyebaran Hapkido ke berbagai daerah seperti Solok, Agam, Sijunjung, Sawahlunto, hingga Pasaman Barat.
Perkembangan Hapkido di Sumbar bermula pada 2014 saat Bambang Satria mengikuti Seminar Nasional Hapkido Indonesia pertama di Yogyakarta. Sepulang dari kegiatan itu, Hapkido mulai diperkenalkan di Padang Panjang, Tanah Datar, Bukittinggi, Payakumbuh, dan Lima Puluh Kota.
Tonggak sejarah berikutnya terjadi pada 14–15 Januari 2017. Rolef Leogustri memotori seminar pertama Hapkido Sumatera Barat di Kota Padang dengan menghadirkan Master Vincentius "Yoyok" Suryadi, Founder Hapkido Indonesia. Momentum itu menjadi titik awal lahirnya berbagai komunitas Hapkido di Ranah Minang.
Kerja keras para pelopor membuahkan hasil pada 2019. Hapkido Sumatera Barat resmi diterima sebagai anggota KONI Sumatera Barat. Pengakuan ini menjadi sejarah penting karena menandai Hapkido sebagai cabang olahraga prestasi yang diakui secara resmi di daerah.
Dalam waktu relatif singkat, Hapkido Sumbar menunjukkan prestasi membanggakan. Mulai dari medali di Kejurnas, sukses di PON Papua 2021, hingga meraih emas pada Kejuaraan Asia WHMAF Hongkong 2024.
Sumatera Barat juga sukses menjadi tuan rumah Kejurnas V Hapkido Indonesia tahun 2022 di Kota Padang. Kejuaraan itu menjadi momentum penting kebangkitan Hapkido di daerah.
Yon Deri Karata tidak hanya membangun Hapkido sebagai olahraga bela diri, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter. Dengan latar pendidikan Strata 2 (S2), ia menjadikan filosofi "HAPKIDO, The Way of Harmony" sebagai landasan perjuangannya membina atlet dan organisasi.
Saat ini, ia juga menjabat Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi, Pengumpulan dan Pengolahan Data KONI Kota Solok masa bakti 2026–2030, sekaligus Ketua Yondeka Premiere Hapkido Club (YPC) Sumatera Barat. Ia memegang sabuk hitam tertinggi di Sumbar dengan tingkatan DAN 3 WHMAF, serta lisensi aktif Pelatih Nasional, Wasit Nasional, dan Wasit Internasional Hapkido.
Hapkido Sumbar kini telah memiliki 17 pengurus cabang kabupaten/kota dari total 19 daerah di Sumatera Barat. Hanya Dharmasraya dan Kepulauan Mentawai yang belum memiliki kepengurusan cabang.
Puluhan pelatih sabuk hitam aktif tersebar di berbagai daerah dan menjadi tulang punggung pembinaan atlet muda Sumatera Barat. Dengan dukungan pengurus, pelatih, atlet, KONI, dan pemerintah daerah, Hapkido Sumatera Barat diyakini akan terus berkembang menjadi salah satu cabang olahraga bela diri unggulan yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat dunia.