JAKARTA — Pasar modal Indonesia memulai pekan ini dengan tekanan berat. IHSG langsung jatuh ke zona merah sejak sesi preopening, di mana indeks sempat turun 94,344 poin (1,40 persen) ke posisi 6.628,976. Pada pukul 09.00 WIB, posisi indeks sudah tergerus lebih dalam.
Pelemahan IHSG pagi ini sejalan dengan pergerakan negatif mayoritas bursa saham Asia. Nikkei 225 Jepang turun 1,02 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 1,06 persen, dan Straits Times Singapura terkoreksi 0,32 persen. Hanya indeks SSE Composite China yang mencatat kenaikan tipis 0,06 persen.
Di pasar valuta asing, rupiah masih bergerak melemah terhadap dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah berada di Rp 17.630 per dolar AS pada pukul 09.00 WIB. Posisi ini melemah 33,00 poin atau 0,19 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Tekanan jual di awal pekan ini mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap sentimen eksternal. Pelemahan rupiah yang terus berlanjut turut membebani laju IHSG, mengingat investor asing cenderung wait and see terhadap aset berdenominasi rupiah di tengah ketidakpastian global.
Pergerakan indeks dan nilai tukar selanjutnya akan bergantung pada data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini serta arah kebijakan Bank Indonesia dalam menstabilkan rupiah.