SUMATERA BARAT — Petugas Satreskrim Polres Boyolali mengidentifikasi pengirim sate yang dikonsumsi Aminah sebelum meninggal dunia. Dari hasil pelacakan, sate tersebut diduga dikirim langsung oleh menantu korban.
Sebelumnya, keluarga menduga Aminah keracunan setelah membeli sate dari pedagang keliling di sekitar rumahnya di Kecamatan Mojosongo. Dugaan itu mengemuka karena korban mengeluh mual dan pusing tak lama setelah menyantap hidangan tersebut.
Namun, penyelidikan polisi mengarah pada fakta berbeda. "Kami menemukan bahwa sate yang dimakan korban bukan berasal dari pedagang, melainkan dikirim oleh seseorang yang masih memiliki hubungan keluarga," kata Kepala Satreskrim Polres Boyolali, AKP Heru Prasetyo, dalam keterangan resmi.
Polisi masih mendalami motif di balik pengiriman sate tersebut. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi mengenai apakah menantu korban telah ditetapkan sebagai tersangka.
Proses autopsi terhadap jenazah Aminah masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kematian. Hasil laboratorium forensik diperkirakan keluar dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Aminah ditemukan tak sadarkan diri di rumahnya pada Senin (14/4) malam. Keluarga langsung membawanya ke RSUD Pandan Arang Boyolali, namun nyawa korban tak tertolong. Dokter jaga mencurigai adanya keracunan makanan dan melaporkan temuan tersebut ke polisi.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sisa sate di piring korban. Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium untuk diuji kandungan racunnya.
Keluarga korban mengaku kaget dengan temuan polisi. Mereka menyatakan tidak menduga jika makanan yang dikirim menantu menjadi penyebab kematian Aminah.
Polisi memastikan akan menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat. "Kami masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa saksi-saksi. Jika ditemukan unsur pidana, proses hukum akan berjalan sesuai aturan," ujar AKP Heru.
Kasus ini menjadi perhatian warga Boyolali. Banyak yang berharap polisi segera mengungkap motif di balik pengiriman sate beracun tersebut.