PADANG — Tim reaksi cepat BPBD Kota Padang turun ke lokasi sejak pagi untuk memotong dan membersihkan batang pohon tarok yang menimpa rumah milik Syafrizal (50), seorang buruh harian lepas. Proses evakuasi baru dimulai Kamis pagi karena kondisi malam sebelumnya tidak memungkinkan untuk bekerja.
Kepala Pelaksana BPBD Padang Hendri Zulviton menjelaskan, pohon tersebut tumbang saat hujan deras mengguyur kawasan Padang Selatan. “Personel telah turun ke lokasi untuk mengerjakan sekaligus mengevakuasi batang besar yang merusak rumah warga,” katanya.
Petugas menggunakan mesin pemotong kayu (chainsaw) dan alat tajam lainnya untuk membagi batang pohon menjadi bagian-bagian kecil agar mudah diangkut.
Akibat kejadian ini, rumah Syafrizal mengalami rusak parah dengan taksiran kerugian mencapai Rp65 juta. Meski demikian, Hendri menegaskan bahwa fokus utama BPBD saat ini adalah pengerjaan dan pembersihan material pohon hingga tuntas.
“Untuk bantuan dan lainnya berada di kewenangan dinas terkait,” ujarnya merujuk pada mekanisme penyaluran bantuan bagi warga terdampak.
BPBD mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama mengguyur sejumlah kawasan di Kota Padang.
Kondisi ini dapat memicu berbagai bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Warga yang tinggal di daerah rawan, terutama di lereng bukit dan bantaran sungai, diminta untuk lebih siaga terutama saat hujan deras mengguyur pada malam hari.