Kapolri Buka Ruang Kritik Publik di Hari Bhayangkara ke-80, Jadikan Masukan Bahan Evaluasi

Penulis: Teuku Fahreza  •  Senin, 29 Juni 2026 | 17:04:01 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka ruang kritik publik dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

SUMATERA BARAT — JAKARTA — Momentum Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi juga sebagai ajang introspeksi. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara eksplisit mengundang publik untuk mengkritik kinerja Korps Bhayangkara.

"Kita harapkan ini merupakan kegiatan untuk masyarakat betul-betul bisa merasakan kehadiran Polri, dan tentunya masyarakat juga bisa memberikan masukan kepada Polri tentang hal-hal yang mungkin masih kurang, hal-hal yang masih bisa diperbaiki," kata Sigit dalam keterangan yang dikutip Senin (29/6/2026).

Evaluasi untuk Mendekati Harapan Publik

Menurut Sigit, perayaan ulang tahun yang jatuh pada Rabu (1/7) ini menjadi titik tolak untuk merespons keluhan yang selama ini berkembang di tengah masyarakat. Ia mengakui masih ada celah antara harapan warga dan realitas pelayanan di lapangan.

"Sehingga ini menjadi bahan ataupun evaluasi kita untuk tentunya kita mengharapkan institusi ini betul-betul di hari ulang tahun yang ke-80 bisa mendekati atau paling tidak, merespons apa yang menjadi keluhan dan harapan masyarakat selama ini," ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan Sigit di tengah sorotan publik terhadap sektor kepolisian yang kerap menerima kritik, mulai dari proses penegakan hukum hingga pelayanan publik di tingkat Polsek.

Kritik sebagai Bahan Perbaikan Institusi

Dalam kesempatan yang sama, Sigit menegaskan bahwa kritik dari masyarakat tidak akan dipandang sebagai serangan, melainkan sebagai data untuk perbaikan. Ia menyebut siapapun bisa berpartisipasi, tanpa terkecuali.

"Siapapun bisa memberikan masukan maupun kritik untuk institusi Polri agar ke depannya jauh lebih baik dan seperti yang diharapkan oleh masyarakat," sambungnya.

Langkah ini dinilai sebagai strategi komunikasi publik yang lebih terbuka di bawah kepemimpinan Sigit. Sebelumnya, Polri beberapa kali menghadapi tekanan akibat kasus-kasus yang mencederai kepercayaan warga, seperti dugaan pelanggaran etik dan lambannya penanganan laporan.

Hari Bhayangkara ke-80: Antara Seremoni dan Aksi Nyata

Peringatan Hari Bhayangkara tahun ini digelar di tengah tuntutan reformasi internal yang terus mengemuka. Sejumlah pegiat kepolisian menilai pembukaan ruang kritik harus diikuti dengan mekanisme tindak lanjut yang jelas.

Polri sendiri belum merinci kanal atau format khusus yang disediakan untuk menampung masukan warga. Namun, Sigit memastikan bahwa seluruh masukan yang masuk akan diolah menjadi bahan evaluasi di tingkat pusat hingga daerah.

Hari Bhayangkara ke-80 mengusung tema yang menekankan kedekatan dengan masyarakat. Sigit berharap perayaan ini tidak berhenti pada acara seremonial, tetapi menjadi titik balik bagi institusi untuk lebih responsif.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: nasional.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top