SUMATERA BARAT — Pertandingan yang berlangsung ketat sejak menit awal ini akhirnya pecah di babak kedua. Belgia yang tampil dominan dari segi penguasaan bola harus menunggu hingga paruh kedua laga untuk membobol pertahanan kokoh AS.
Tim asuhan Domenico Tedesco tampil agresif sejak sepak mula. Namun, penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat skor 0-0 bertahan hingga turun minum. Kevin De Bruyne dan kawan-kawan terus menekan, tetapi kiper AS, Matt Turner, tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan krusial.
Gawang Belgia nyaris kebobolan di menit ke-38 lewat serangan balik cepat AS. Christian Pulisic melepas tembakan mendatar dari dalam kotak penalti, namun masih bisa ditepis oleh Koen Casteels.
Gol yang dinanti akhirnya datang di menit ke-62. Romelu Lukaku menerima umpan terobosan brilian dari Youri Tielemans di kotak penalti. Penyerang berusia 33 tahun itu melepaskan tembakan first-time yang tak mampu dihalau Turner. Gol ini menjadi gol ke-85 Lukaku untuk tim nasional Belgia, memperkokoh posisinya sebagai top skor sepanjang masa negara itu.
Gol kedua datang 15 menit berselang. Berawal dari skema sepak pojok, Jan Vertonghen memenangkan duel udara dan menyundul bola ke arah gawang. Jeremy Doku yang berada di tiang jauh dengan sigap menyontek bola masuk ke gawang AS. Gol dikreditkan ke nama Doku setelah melalui pengecekan VAR.
Dominasi Belgia terlihat jelas, namun AS sempat merepotkan lewat serangan balik cepat. Kegagalan AS memanfaatkan peluang di babak pertama menjadi faktor kunci kekalahan mereka.
Dengan hasil ini, Belgia melaju ke perempat final dan akan menghadapi pemenang laga Argentina vs Mesir yang akan berlangsung Rabu (8/7) dini hari WIB. Sementara bagi AS, kegagalan ini menjadi pukulan berat setelah tampil meyakinkan di fase grup.
Pelatih AS, Gregg Berhalter, mengakui keunggulan Belgia. "Mereka lebih klinis di depan gawang. Kami punya peluang, tapi tidak bisa memanfaatkannya. Ini pelajaran berharga bagi tim muda kami," ujarnya dalam konferensi pers usai laga.