SOLOK SELATAN — Pemkab Solok Selatan tidak hanya mengandalkan program pelatihan rutin tahunan. Tahun ini, jumlah paket pelatihan yang disediakan meningkat signifikan menjadi 12 paket, naik dibanding tahun sebelumnya. Setiap paket pelatihan diikuti oleh 17 orang peserta, sehingga total masyarakat yang terlibat mencapai lebih dari 200 orang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Solok Selatan, Joni Firmansyah, mengatakan jenis pelatihan telah disesuaikan dengan potensi daerah dan kebutuhan industri. Pelatihan yang ditawarkan meliputi pengoperasian ekskavator, tata boga, kelistrikan, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), desain grafis, menjahit, serta barista.
“Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi masyarakat agar mampu bersaing di dunia kerja maupun menciptakan usaha mandiri,” ujar Joni, Kamis (9/7/2026).
Peningkatan jumlah pelatihan ini dimungkinkan berkat dana apresiasi yang diterima Pemkab Solok Selatan dari Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja daerah dalam menurunkan tingkat pengangguran. Joni memastikan dana itu akan dimanfaatkan secara optimal untuk program peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Dana apresiasi tersebut akan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelaksanaan program peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Tenaga Kerja Berbasis Kompetensi,” katanya.
Selain memberikan pelatihan rutin, Disnakertrans Solok Selatan juga menggandeng pihak lain untuk memastikan terserapnya tenaga kerja atau terciptanya wirausahawan baru. Program ini diarahkan untuk mempertahankan capaian penurunan angka pengangguran melalui skema yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Melalui program tersebut, Pemkab Solok Selatan berharap peningkatan kompetensi masyarakat dapat mendukung penyerapan tenaga kerja serta pengembangan usaha mandiri di daerah. Pelatihan berbasis kompetensi ini menjadi salah satu prioritas untuk menjawab tantangan lapangan kerja yang semakin kompetitif.