LUBUK BASUNG — Ratusan warga rentan di Kabupaten Agam akhirnya bisa bernapas lega. Program ATENSI dari Kemensos yang menyasar 308 penerima manfaat di tiga kecamatan mulai disalurkan pekan ini, menjangkau kelompok yang selama ini nyaris tak tersentuh bansos reguler.
Bantuan tidak sekadar paket sembako. Ada kursi roda untuk disabilitas, perlengkapan sekolah untuk anak-anak, hingga modal usaha mikro. Total 308 penerima tersebar di Lubuk Basung (159 orang), Tanjung Raya (78 orang), dan IV Koto (71 orang).
Disabilitas dan Lansia Jadi Sasaran Utama
Di Lubuk Basung, dari 159 penerima, 39 di antaranya mendapatkan alat bantu disabilitas. Sisanya, 100 orang menerima bantuan kebutuhan dasar hidup layak dan 20 orang mendapat bantuan kewirausahaan. Penyerahan dilakukan langsung Kepala Dinas Sosial Agam, Villa Erdi, di Kantor Camat Lubuk Basung, Selasa (7/7).
Di Tanjung Raya, 78 penerima terdiri dari 16 penyandang disabilitas yang mendapat alat bantu, 7 penerima bantuan kewirausahaan, dan 55 penerima paket kebutuhan dasar. Asisten I Setdakab Agam, Yunilson, mewakili Bupati dalam acara tersebut.
Sementara di IV Koto, Rabu (8/7), 153 penerima bantuan kebutuhan dasar mendominasi, disusul 17 alat bantu disabilitas dan 2 bantuan kewirausahaan. Wali Nagari Koto Panjang, Drs. Yunarson, mengaku bersyukur karena 20 warganya masuk daftar penerima. "Bantuan ini sangat membantu masyarakat kami yang benar-benar membutuhkan," ujarnya.
Data Sudah Diverifikasi Sebelum Bencana Akhir 2025
Kepala rombongan STPL Pangudi Luhur Bekasi, Tami, menegaskan bahwa seluruh penerima telah melewati asesmen berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN). Menariknya, proses pendataan dilakukan jauh sebelum bencana alam yang melanda Agam pada penghujung 2025.
"Prioritas diberikan kepada masyarakat desil 1 dan 2, kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Bantuan ini benar-benar diberikan kepada yang memenuhi kriteria," jelas Tami dalam sambutannya.
Jenis bantuan yang disalurkan meliputi paket nutrisi, sarana kamar tidur, perlengkapan dapur, perlengkapan kebersihan diri, perlengkapan sekolah, hingga alat bantu disabilitas. Semua dirancang untuk memulihkan fungsi sosial penerima agar lebih mandiri.
Bupati: Negara Hadir untuk Warga Paling Rentan
Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M., Dt. Tan Batuah, dalam sambutan yang dibacakan di tiga kecamatan, menyebut program ATENSI sebagai bukti nyata kehadiran negara. Ia merujuk pada amanat UU No. 11/2009 tentang Kesejahteraan Sosial.
"Alhamdulillah, Kabupaten Agam kembali memperoleh bantuan ATENSI. Bantuan ini bukti kepedulian pemerintah terhadap penyandang disabilitas, lansia, dan anak-anak. Kami berharap mampu meningkatkan kemandirian penerima manfaat," ujar Benni Warlis.
Pemkab Agam juga berharap kerja sama dengan STPL Pangudi Luhur Bekasi terus berlanjut. Bupati meminta warga yang belum terakomodasi tahun ini menjadi prioritas pada penyaluran berikutnya.