Pencarian

PGE Jadi Kandidat Terkuat Pengembang Panas Bumi di Pasaman Barat

Sabtu, 24 Januari 2026 • 12:20:06 WIB
PGE Jadi Kandidat Terkuat Pengembang Panas Bumi di Pasaman Barat
PT Pertamina Geothermal Energy terpilih sebagai kandidat utama pengembang panas bumi di Pasaman Barat.

Padang — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) muncul sebagai kandidat terdepan dalam pengembangan energi panas bumi di wilayah Cubadak Panti, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Anak usaha PT Pertamina tersebut menempati peringkat pertama dalam seleksi kompetitif Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Berdasarkan hasil seleksi, PGE memperoleh nilai tertinggi yakni 87,01. Dengan capaian tersebut, perusahaan selanjutnya akan melanjutkan tahapan administratif sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi, menyampaikan bahwa penetapan ini membuka peluang baru bagi peningkatan cadangan panas bumi nasional, sekaligus memperluas kontribusi PGE dalam pengembangan energi terbarukan.

“Penugasan ini memberikan ruang bagi PGE untuk menambah cadangan panas bumi di luar potensi wilayah kerja eksisting yang saat ini mencapai sekitar 3 gigawatt. Ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap percepatan transisi energi dan peningkatan bauran energi terbarukan nasional,” ujar Edwil dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).

Wilayah PSPE Cubadak Panti mencakup Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat dengan luas sekitar 29.897 hektare. Berdasarkan kajian awal, kawasan tersebut diperkirakan memiliki potensi cadangan panas bumi mencapai 77 megawatt listrik (MWe).

Penetapan pelaksana PSPE dilakukan mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2017 yang mengatur tata cara penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi panas bumi.

Sebagai pengembang panas bumi dengan pengalaman lebih dari empat dekade, Edwil menjelaskan bahwa PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW dari enam wilayah operasi yang dikelola secara mandiri. Selain itu, perusahaan juga tengah menjalankan sejumlah proyek pengembangan strategis.

Proyek-proyek tersebut antara lain PLTP Hululais Unit 1 dan 2 dengan total kapasitas 110 MW, proyek co-generation dengan kapasitas hingga 230 MW, serta pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW yang ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2030.

“Seluruh pengembangan ini merupakan bagian dari komitmen PGE dalam mendukung swasembada energi nasional serta target Net Zero Emission pada 2060,” kata Edwil.

Bagikan
Sumber: Tempo

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks