Pencarian

Mangsa Ternak Warga, Anak Harimau Sumatera Betina Berhasil Masuk Kandang Jebak BBKSDA

Kamis, 12 Maret 2026 • 13:26:04 WIB
Mangsa Ternak Warga, Anak Harimau Sumatera Betina Berhasil Masuk Kandang Jebak BBKSDA
Anak Harimau Sumatera betina berhasil dievakuasi dari kandang jebak di Tanjung Pulai, Riau.

PEKANBARU – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama aparat TNI, Polri, dan masyarakat berhasil mengevakuasi seekor anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di wilayah Tanjung Pulai. Satwa dilindungi ini sebelumnya dilaporkan warga telah beberapa kali memangsa ternak kambing hingga mendekati permukiman.

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, menjelaskan bahwa konflik antara manusia dan satwa ini telah dimonitior sejak akhir Februari lalu. Puncaknya, harimau tersebut masuk ke dalam kandang jebak (box trap) yang dipasang tim pada Selasa malam.

Kronologi Penangkapan

Laporan kemunculan harimau ini bermula pada 25 Februari 2026 saat satwa tersebut memburu kambing hingga ke teras rumah warga. Meskipun sempat dipasang kandang jebak, harimau tersebut baru berhasil diamankan setelah kejadian pemangsaan ulang pada Senin (9/3).

Selasa, 10 Maret: Tim memasang kembali box trap dengan umpan sisa ternak yang dimangsa.

Selasa Malam, 21.00 WIB: Petugas yang melakukan monitoring mendapati harimau telah masuk ke dalam jebakan.

Rabu, 11 Maret: Proses evakuasi dilakukan dengan prosedur pembiusan oleh tim dokter hewan BBKSDA Riau untuk dipindahkan ke kandang angkut.

Kondisi Kesehatan Satwa

Berdasarkan pemeriksaan awal (screening), harimau tersebut diidentifikasi sebagai:

Jenis Kelamin: Betina.

Usia: Diperkirakan kurang dari 1 tahun (anak harimau).

Kondisi Fisik: Secara umum sehat dan berperilaku normal, namun tubuhnya terlihat relatif kurus tanpa ditemukan luka luar.

Langkah Penanganan Lanjutan

Saat ini, anak harimau tersebut telah dibawa ke pusat penyelamatan satwa Yayasan Arsari Djojohadikusumo untuk menjalani pemantauan intensif dan perbaikan kesehatan. Jika kondisinya sudah memungkinkan, BBKSDA Riau berencana melakukan pelepasliaran (release) kembali ke habitat alaminya.

Ujang Holisudin mengapresiasi kerja sama semua pihak dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak bertindak anarkis terhadap satwa liar. "Jika menemukan tanda keberadaan harimau, segera lapor petugas atau hubungi call center BBKSDA Riau agar segera ditangani dengan tepat," tutupnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks