PADANG - Pemerintah Kota Padang mengambil langkah strategis untuk memperkuat pendidikan karakter religius bagi generasi muda dengan mengaktifkan kembali program pendidikan agama Islam di masjid dan musala. Kebijakan ini menyasar seluruh siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta Madrasah Tsanawiyah (MTs) di wilayah Kota Padang untuk mengikuti pendalaman materi agama di lingkungan tempat tinggal mereka.
Revisi Kurikulum dan Jadwal Pembelajaran di Masjid
Langkah pengaktifan kembali program ini dibahas secara mendalam dalam rapat revisi kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) dan TQA. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, didampingi Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, di Aula Dinas Pendidikan Kota Padang pada Kamis (30/4/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam menyusun kembali skema pendidikan non-formal yang lebih efektif bagi para pelajar.
Dalam rencana yang telah disusun, program pendidikan agama ini dijadwalkan berlangsung sebanyak tiga kali dalam sepekan, yakni setiap hari Kamis, Jumat, dan Sabtu. Dengan memanfaatkan fasilitas masjid dan musala, pemerintah berharap nilai-nilai spiritual dapat lebih meresap ke dalam keseharian siswa, sekaligus menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pendidikan komunitas di Kota Padang.
Wali Kota Padang menekankan bahwa revisi kurikulum MDTW/TQA ini sangat krusial untuk memastikan materi yang disampaikan relevan dengan tantangan zaman. Pemerintah ingin memastikan bahwa pendidikan agama yang diterima siswa di luar jam sekolah formal memiliki standar kualitas yang terjaga dan mampu membentuk akhlakul karimah yang kuat di tengah arus modernisasi.
Keseimbangan Waktu Belajar dan Kedekatan Keluarga
Meskipun program ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman agama, Wali Kota Padang, Fadly Amran, memberikan perhatian khusus pada beban belajar siswa. Ia menegaskan bahwa pengaturan waktu harus dilakukan secara cermat agar tidak menimbulkan kelelahan fisik maupun mental bagi para pelajar. Keseimbangan antara aktivitas akademik di sekolah dan kegiatan keagamaan di masjid menjadi prioritas utama.
Fadly meminta Dinas Pendidikan dan pihak terkait lainnya untuk mengatur durasi pembelajaran secara proporsional. Ia mengingatkan bahwa siswa tetap membutuhkan waktu yang cukup untuk beristirahat dan menjalin kedekatan dengan keluarga di rumah. Hal ini dianggap penting agar semangat belajar siswa tetap terjaga dan program ini tidak dianggap sebagai beban tambahan yang memberatkan.
“Pelaksanaan harus tertib, terukur, dan berbasis digital. Jangan sampai berlebihan dan tidak terkontrol,” tegas Fadly Amran di hadapan para peserta rapat. Ia menginginkan sebuah sistem yang transparan di mana perkembangan belajar siswa dapat terpantau dengan baik tanpa harus mengorbankan hak-hak dasar anak untuk bermain dan bersosialisasi di luar jam belajar formal.
Implementasi Digital dan Target Jangka Panjang
Program pendidikan agama di masjid ini bukan sekadar kebijakan sementara, melainkan bagian dari rencana pembangunan jangka menengah lima tahunan Pemerintah Kota Padang. Untuk mendukung kelancaran program tersebut, Wali Kota menginstruksikan dinas terkait agar segera melakukan sosialisasi masif kepada seluruh kepala sekolah SMP dan MTs di Kota Padang guna menyamakan persepsi dan teknis pelaksanaan di lapangan.
Salah satu inovasi yang ditekankan dalam kebijakan ini adalah penggunaan platform digital untuk pengawasan dan pelaporan. Dengan sistem berbasis digital, kehadiran siswa dan capaian materi dapat terdokumentasi secara akurat. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir kendala administratif dan memastikan setiap masjid atau musala menjalankan kurikulum sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Melalui pengaktifan kembali pendidikan agama ini, Pemko Padang optimistis dapat menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi iman yang kokoh. Sinergi antara sekolah, masjid, dan orang tua diharapkan menjadi kunci keberhasilan dalam mencetak lulusan SMP dan MTs yang berkarakter dan berintegritas di masa depan.