Pencarian

Pemkot Padang Gandeng Dompet Dhuafa Tata Pujasera dan UMKM Pantai

Selasa, 05 Mei 2026 • 23:56:01 WIB
Pemkot Padang Gandeng Dompet Dhuafa Tata Pujasera dan UMKM Pantai
Pemerintah Kota Padang dan Dompet Dhuafa tandatangani MoU untuk penataan Pujasera dan UMKM Pantai.

PADANG — Pemerintah Kota Padang memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kerakyatan melalui sinergi strategis bersama Yayasan Dompet Dhuafa Republika. Langkah ini dikukuhkan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Selasa (5/5/2026).

Kerja sama lintas instansi ini memprioritaskan penataan infrastruktur penunjang wisata dan penguatan modal bagi pedagang kecil. Fokus utamanya mencakup pengelolaan Pujasera Pantai Padang serta penataan area Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pantai Air Manis dan Muaro.

Penataan Kawasan Pantai Air Manis dan Muaro

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Setdako Padang, Feri Mulyani Hamid, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas destinasi wisata lokal. Perbaikan sarana prasarana di titik-titik keramaian diharapkan mampu mengubah wajah pesisir Padang menjadi lebih tertib dan nyaman bagi pengunjung.

"Kami dari Pemko Padang sangat mengapresiasi inisiatif Dompet Dhuafa. Fokus utama kita adalah meningkatkan kualitas Pujasera di kawasan Pantai Air Manis dan serta kawasan Muaro," ujar Feri.

Feri menambahkan, pembenahan ini tidak hanya bertujuan mempercantik estetika kota, tetapi juga memiliki target jangka panjang dalam menekan angka kemiskinan. Dengan fasilitas yang lebih baik, produktivitas pelaku usaha di kawasan tersebut diharapkan meningkat secara signifikan.

Program Mufakat: Pinjaman Modal Tanpa Bunga

Sektor permodalan menjadi poin krusial dalam kerja sama ini. Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, mengungkapkan pihaknya meluncurkan program 'Mufakat' yang melibatkan Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya serta sembilan Baitul Maal wat Tamwil (BMT).

Program ini menawarkan skema pembiayaan yang sangat ringan bagi pedagang kecil, yakni fasilitas pinjaman tanpa bunga dan tanpa margin. Skema ini dirancang untuk memutus rantai ketergantungan pelaku UMKM terhadap pinjaman ilegal atau yang memberatkan.

Prioritas penerima manfaat adalah para pedagang yang menjadi penyintas bencana alam. "Prioritas utama program ini adalah para pelaku UMKM dan pedagang kecil yang menjadi penyintas atau terdampak bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu," kata Ahmad Juwaini.

Pemulihan Ekowisata Pascabencana

Selain bantuan modal, sinergi ini juga menyasar perbaikan fisik sarana ekowisata yang rusak akibat cuaca ekstrem. Renovasi fasilitas umum di lokasi wisata menjadi kunci agar aktivitas ekonomi warga bisa kembali pulih seperti sedia kala. Sinergi ini nantinya akan diperluas ke sektor sosial lainnya, termasuk layanan kesehatan dan pendidikan di wilayah Sumatera Barat.

"Kerja sama ini bagian dari upaya Dompet Dhuafa untuk hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Semoga sinergi ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumbar, khususnya di Kota Padang," pungkas Ahmad.

Prosesi penandatanganan MoU tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Hadir pula jajaran pengurus Dompet Dhuafa Republika serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat.

Bagikan
Sumber: investigasi.news

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks