PADANG — Telkomsel resmi mengoperasikan Posko Siaga Haji 2026 di Asrama Haji Padang dan Asrama Haji Batam Center untuk melayani jemaah mulai 21 April hingga 21 Mei 2026. Kehadiran posko ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam menjamin kelancaran komunikasi jemaah asal Sumatera Barat dan Kepulauan Riau selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. General Manager Mobile Consumer Business Region Sumbagteng Telkomsel, Dedfriady Masta, mengonfirmasi bahwa seluruh infrastruktur layanan telah siap menyambut keberangkatan jemaah.
Fokus utama layanan tahun ini terletak pada kemudahan akses paket data internasional dan bantuan teknis langsung di lokasi pemberangkatan. Telkomsel memproyeksikan lonjakan kebutuhan komunikasi jemaah haji yang berangkat melalui kedua embarkasi tersebut. Petugas di posko akan mendampingi jemaah dalam melakukan pengaturan perangkat agar langsung aktif saat tiba di Arab Saudi.
Fasilitas Lengkap di Posko Asrama Haji Padang dan Batam
Posko Siaga Haji menyediakan beragam solusi komunikasi mulai dari penggantian kartu SIM, isi ulang pulsa, hingga konsultasi layanan. Pelanggan juga dapat melakukan penukaran Telkomsel POIN serta mendapatkan edukasi mengenai penggunaan kuota roaming. Keberadaan posko di titik transit seperti Asrama Haji Padang bertujuan agar jemaah tidak lagi mengalami kendala teknis saat sudah meninggalkan tanah air.
Layanan operasional posko mengikuti jadwal keberangkatan jemaah haji di masing-masing embarkasi. Selain bantuan teknis, Telkomsel menghadirkan promo spesial bagi pelanggan yang melakukan transaksi di lokasi. Hal ini mencakup aktivasi paket khusus haji yang dirancang untuk durasi perjalanan panjang hingga 50 hari.
“Telkomsel berkomitmen untuk melayani para jemaah Haji dengan sepenuh hati mulai dari Tanah Air, lokasi transit, hingga selama berada di Tanah Suci. Melalui Paket RoaMAX Haji dengan kuota besar dan harga terjangkau, kami memastikan pelanggan dapat fokus beribadah tanpa khawatir soal komunikasi,” kata Dedfriady Masta.
Detail Paket RoaMAX Haji 32 GB dan Jangkauan Negara Transit
Produk unggulan yang ditawarkan musim ini adalah Paket RoaMAX Haji seharga Rp880 ribu dengan total kuota internet mencapai 32 GB. Paket ini memiliki masa aktif 50 hari, durasi yang sangat mencukupi untuk seluruh rangkaian ibadah haji. Komposisi paket terdiri dari kuota utama di Arab Saudi, tambahan 1 GB kuota transit, serta 2 GB kuota domestik untuk penggunaan di Indonesia sebelum keberangkatan.
Keunggulan utama paket ini terletak pada luasnya jangkauan kuota transit. Jemaah yang melakukan perjalanan via negara ketiga tetap bisa terhubung tanpa biaya tambahan. Negara-negara yang tercakup antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Turki, Mesir, Jordan, Singapura, Malaysia, hingga Australia. Total terdapat lebih dari 15 negara transit yang didukung oleh layanan ini.
Integrasi jaringan internasional ini memungkinkan jemaah tetap bisa memberikan kabar kepada keluarga di Indonesia meski sedang berada di bandara internasional luar negeri. Telkomsel memastikan tidak ada skema tagihan tersembunyi (bill shock) karena paket ini bersifat prabayar dengan kuota yang terkontrol.
Bonus Souvenir dan Voucher Kuliner Nusantara di Makkah
Setiap aktivasi Paket RoaMAX Haji di posko, pelanggan berhak mendapatkan souvenir gratis. Pilihan hadiah yang tersedia meliputi bantal leher untuk kenyamanan di pesawat, payung, atau tasbih digital. Bagi pelanggan yang melakukan transaksi dengan nilai di atas Rp1 juta, Telkomsel memberikan tambahan berupa tumbler eksklusif.
Inovasi menarik lainnya adalah pemberian voucher gratis satu pilihan menu Nusantara di Damba Resto Makkah. Voucher ini diberikan kepada setiap pembeli Paket RoaMAX Haji sebagai bentuk apresiasi. Kerjasama ini bertujuan memberikan kenyamanan tambahan bagi jemaah yang merindukan cita rasa masakan Indonesia saat berada di Arab Saudi.
Jemaah atau pihak keluarga yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai detail tarif dan lokasi posko dapat mengakses situs resmi melalui tautan tsel.id/haji2026. Seluruh layanan ini diharapkan mampu memberikan ketenangan bagi keluarga di tanah air selama jemaah menjalankan rukun Islam kelima.