KOTA CIREBON — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Cirebon bersama Perum Bulog resmi memulai distribusi 2.000 ton beras lintas pulau untuk memenuhi kebutuhan pangan di wilayah Sumatra. Ribuan ton beras tersebut diberangkatkan melalui Pelabuhan Cirebon dengan tujuan akhir Pelabuhan Dumai, Riau, menggunakan kapal KM Wiramas.
Langkah strategis ini menjadi sangat krusial mengingat daerah Cirebon dan Indramayu merupakan lumbung pangan nasional yang menyokong kebutuhan beras di berbagai wilayah Indonesia. Pengiriman ini sekaligus menandai sinergi perdana antara Pelindo Regional 2 Cirebon dan Bulog dalam mengoptimalkan jalur logistik laut.
Teknis Pengiriman 2.000 Ton Beras Menuju Pelabuhan Dumai
Dalam proses distribusinya, beras dikemas dalam bentuk bag untuk memudahkan mobilisasi dari gudang menuju dermaga. Sebanyak 17 armada angkutan darat dikerahkan secara simultan untuk mengangkut muatan dari gudang Bulog menuju Pelabuhan Cirebon sebelum proses pemuatan ke atas kapal dilakukan.
General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Cirebon, Darwis, menyatakan bahwa keberhasilan pengiriman ini menjadi bukti kesiapan infrastruktur pelabuhan dalam mendukung distribusi logistik antar pulau. Efisiensi waktu dan keamanan komoditas menjadi prioritas utama dalam kolaborasi ini.
"Sebagai BUMN, Pelindo terus berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah terutama dalam hal ketahanan pangan. Kolaborasi ini merupakan jawabannya," ujar Darwis dalam keterangan resminya, Kamis (30/4).
Sinergi Logistik Perkuat Ketahanan Pangan di Sumatra
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pengiriman perdana, melainkan menjadi awal dari kemitraan berkelanjutan. Fokus utamanya adalah memperpendek rantai pasok komoditas strategis agar distribusi kebutuhan pokok ke berbagai pelosok Indonesia, termasuk Sumatra, menjadi lebih merata.
Pelindo Regional 2 Cirebon kini memposisikan diri sebagai simpul penting dalam konektivitas logistik nasional. Dengan kapasitas dermaga yang memadai dan integrasi moda transportasi darat-laut yang lancar, distribusi beras dari lumbung padi Jawa Barat dapat dilakukan lebih masif guna menekan potensi kelangkaan pangan.
Keberhasilan pengiriman 2.000 ton beras ini menjadi sinyal positif bagi penguatan cadangan pangan di Sumatra. Pola distribusi serupa rencananya akan terus ditingkatkan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok beras di tingkat konsumen tetap terjaga.