Pencarian

Dasawisma Jahe Merah 7 Sijunjung Masuk Nominasi 6 Besar Sumatera Barat

Selasa, 05 Mei 2026 • 11:55:01 WIB
Dasawisma Jahe Merah 7 Sijunjung Masuk Nominasi 6 Besar Sumatera Barat
Dasawisma Jahe Merah 7 Sijunjung masuk nominasi enam besar Dasawisma Berprestasi Sumatera Barat.

SIJUNJUNG — Kelompok Dasawisma Jahe Merah 7 yang berbasis di Nagari Tanjung, Kecamatan Koto VII, kini bersaing ketat di babak enam besar nominasi Dasawisma Berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Barat. Penilaian lapangan dilakukan untuk memvalidasi inovasi pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan selama setahun terakhir.

Rombongan tim penilai provinsi yang dipimpin Staf Ahli TP-PKK Sumbar, Ny. Dianita Maulin Vasco, disambut langsung oleh Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir. Kehadiran tim ini bertujuan memastikan sinkronisasi antara laporan administrasi dengan realitas implementasi program di tingkat nagari.

Ujung Tombak Pembangunan di Tingkat Nagari

Bupati Benny Dwifa Yuswir menegaskan bahwa peran Dasawisma sangat krusial sebagai fondasi utama dalam memetakan persoalan masyarakat secara cepat. Menurutnya, kekuatan pembangunan daerah bermula dari ketahanan keluarga yang dibina oleh para kader di lapangan.

“Dasawisma adalah ujung tombak gerakan PKK. Dari sinilah keluarga dibina, data dihimpun, dan berbagai persoalan masyarakat dapat dipetakan secara cepat dan tepat,” ujar Benny di hadapan tim penilai.

Pemerintah Kabupaten Sijunjung memberikan apresiasi khusus bagi Dasawisma Jahe Merah 7 yang dinilai konsisten mengembangkan produk olahan jahe merah. Inovasi ini dianggap memberikan dampak nyata pada peningkatan ekonomi keluarga secara mandiri.

Digitalisasi SIDADU dan Inovasi GEPREK TUNA

Ketua TP PKK Kabupaten Sijunjung, Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa, memaparkan sejumlah terobosan yang menjadi nilai tambah bagi kelompok ini. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi melalui sistem digitalisasi pendataan yang disebut SIDADU.

Selain aspek digital, terdapat gerakan sosial berbasis masyarakat melalui program GEPREK TUNA. Program ini berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi melalui pembinaan UMKM dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).

“Melalui Dasawisma, berbagai program menyentuh langsung masyarakat, mulai dari gotong royong, pendidikan, kesehatan, hingga percepatan penurunan stunting,” jelas Nedia Fitri.

Fokus Penurunan Stunting dan Masalah Sosial

Isu kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam penilaian tahun ini. Dasawisma Jahe Merah 7 aktif melakukan intervensi melalui inovasi sanitasi untuk menekan angka gagal tumbuh pada anak. Berdasarkan data tahun 2025, angka stunting di Kabupaten Sijunjung tercatat berada pada level 14,5 persen.

Ketua Tim Penilai, Ny. Dianita Maulin Vasco, mengingatkan bahwa PKK harus hadir sebagai solusi konkret di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks. Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap anak untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas.

“Penilaian ini bukan sekadar seremonial. Kami ingin melihat sejauh mana program benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Dianita. Kunjungan lapangan ini menjadi tahap penentu bagi Sijunjung dalam memperebutkan predikat terbaik di tingkat Sumatera Barat.

Bagikan
Sumber: jurnalsumbar.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks