Momentum pemasangan uniform dan pengucapan sumpah janji ini menandai transisi penting bagi mahasiswa. Mereka beralih dari fase teori di ruang kelas menuju tahap praktik klinik di berbagai instansi kesehatan. Para calon tenaga kesehatan ini terdiri dari 14 mahasiswa DIII Kebidanan dan 72 mahasiswa S-1 Keperawatan.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyatakan bahwa seragam yang dikenakan bukan sekadar simbol profesi. Menurutnya, atribut tersebut memuat tanggung jawab moral dan kesiapan untuk menjadi garda terdepan layanan kesehatan di Kota Pariaman.
Program Saga Saja Plus Jadi Instrumen Pemutus Kemiskinan
Dalam kesempatan tersebut, Yota menyoroti keberadaan 11 mahasiswa penerima beasiswa Saga Saja Plus. Program ini dirancang khusus oleh Pemerintah Kota Pariaman untuk memfasilitasi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar bisa menempuh pendidikan tinggi di institusi kesehatan pilihan.
"Kepada ananda semua, mari tingkatkan belajar. Pendidikan adalah salah satu cara memutus rantai kemiskinan karena pendidikan merupakan alat paling efektif untuk menghentikan pola kemiskinan antar generasi," ujar Yota Balad di hadapan para mahasiswa.
Pemerintah daerah berharap program ini tidak hanya menghasilkan tenaga medis yang terampil secara teknis, tetapi juga memiliki mobilitas vertikal secara ekonomi bagi keluarga mereka di masa depan.
Filosofi Pelayanan: Senyuman Adalah Obat Bagi Pasien
Yota Balad menegaskan bahwa profesionalisme tenaga kesehatan lahir dari perpaduan disiplin, dedikasi, dan sikap manusiawi. Ia meminta mahasiswa yang akan terjun ke rumah sakit dan klinik untuk selalu mengedepankan keramahan dalam setiap tindakan medis.
"Pada momentum capping day ini, ananda akan memasuki dunia kesehatan yang sebenarnya. Berikan pelayanan yang baik, selalu utamakan keramahan dan selalu senyum. Karena dengan sebuah senyuman itu sudah menjadi obat bagi para pasien," tegasnya.
Kesiapan mental mahasiswa menjadi sorotan utama, mengingat tantangan di lapangan saat menghadapi pasien jauh berbeda dengan simulasi di laboratorium kampus.
Rincian Mahasiswa Praktik STIKES Piala Sakti Pariaman
Ketua STIKES Piala Sakti Pariaman, Syahrul, menjelaskan bahwa total 86 mahasiswa yang mengikuti prosesi ini telah memenuhi kualifikasi akademik untuk memulai praktik. Mereka akan disebar ke berbagai lembaga kesehatan untuk mengaplikasikan ilmu keperawatan dan kebidanan.
- DIII Kebidanan: 14 mahasiswa
- S-1 Keperawatan: 72 mahasiswa
- Mahasiswa Program Saga Saja Plus: 11 orang
"Mudah-mudahan dengan pemasangan uniform ini bisa menjadi langkah awal mahasiswa melakukan kegiatan praktik terhadap pasien, baik di rumah sakit, klinik, maupun lembaga-lembaga kesehatan lainnya," pungkas Syahrul.