PADANG — Rombongan puluhan anggota KICI Kota Padang, DPW Sumbar, dan DPD Pariaman tiba di Galeri Permata Hati Grup menjelang waktu Maghrib. Mereka disambut langsung oleh pemilik galeri, Welly Nofi Sastera, yang akrab disapa Buk Wel.
Ketua KICI Padang Woro Muharlion menyebut kunjungan ini merupakan agenda spesial perayaan satu dekade komunitas. "Kami datang untuk mempererat silaturahmi. Namun bukan tak mungkin kami juga bertukar pikiran sambil mencapai kesepakatan," ujarnya.
Menurut Woro, Permata Hati Grup memiliki keunggulan dalam produksi deta dan tingkuluak yang dinilai sangat memikat. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi KICI yang bergerak di bidang sosial dan budaya.
Kreasi Deta dan Tingkuluak yang Mendunia
Ketua DPW KICI Sumbar Yuhilda Darwis menambahkan, organisasinya memang mendorong anggota untuk terus belajar dan mencerdaskan sesama ibu di Indonesia. Ia mencontohkan Buk Wel yang telah mengajarkan teknik pembuatan deta dan tingkuluak kepada puluhan wanita di 13 kelurahan di Koto Tangah, serta di Rawang Mata Air dan Banuaran.
"Sesuai moto kami, cerdas itu perlu dan lebih baik lagi kami mencerdaskan ibu-ibu Indonesia. Apalagi Buk Wel sudah mengajarkan cara membuat deta dan tingkuluak untuk para wanita di berbagai tempat," kata Yuhilda.
Adat Tetap Utama, Kreasi Jadi Anugerah
Owner Permata Hati, Welly Nofi Sastera, menjelaskan bahwa seluruh deta dan tingkuluak yang dihasilkan galerinya merupakan karya kreasi murni. Namun ia menegaskan, untuk hal-hal yang bersifat adat, bentuk asli tetap dipertahankan.
"Misalnya, tiga hari lagi kami akan kedatangan istri pejabat yang meminta tingkuluak tanduak. Ya, kami buatkan, meski sisi kreasi tetap tidak kami tinggalkan. Intinya, adat bagi kami adalah yang utama, namun kreasi merupakan anugerah," ujar Welly.
Model Awal dan Harapan ke Depan
Korlap kunjungan DPD KICI Padang, Elly Trhisyanti, mengaku dirinya merupakan model awal dari tingkuluak Permata Hati. Karena itu, ia tidak heran dengan kualitas karya yang dihasilkan Buk Wel. "Meskipun dapil saya waktu mencaleg dulu adalah Lubuk Begalung, sering saya katakan Buk Welly adalah binaan saya. Hubungan kami sudah sangat dekat," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPD KICI Pariaman Desmawati justru menyoroti kepraktisan tingkuluak Permata Hati yang dinilai simpel dan telah mendunia. Ia menanyakan langsung soal teknik pembuatan yang praktis tersebut kepada Buk Wel.
Kunjungan KICI Plus ke Galeri Permata Hati Grup diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh anggota rombongan. Ke depannya, kedua pihak berencana merumuskan kerja sama yang lebih konkret dalam pelestarian dan pengembangan aksesoris kepala khas Minangkabau.