PARIAMAN — Wali Kota Pariaman Yota Balad menegaskan bahwa FLS3N bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menampilkan bakat dan ide secara positif. Ia membuka secara resmi gelaran tahunan tersebut di Aula Pertemuan Balai Kota Pariaman, Senin (18/5/2026).
“Kepada anak-anak yang bertanding, tampilkan kreativitas terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan utamakan kejujuran. Menang atau kalah bukan hal utama, tetapi proses berkarya dan sikap sportif adalah kemenangan yang sesungguhnya,” ujar Yota Balad dalam sambutannya.
Tujuh Cabang Lomba untuk SD, Delapan untuk SMP
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman Hertati Taher menjelaskan, total peserta yang terdaftar mencapai 159 siswa. Rinciannya, 83 siswa tingkat SD dari tujuh cabang lomba dan 76 siswa tingkat SMP dari delapan cabang lomba.
Untuk tingkat SD, cabang yang dipertandingkan meliputi Gambar Bercerita, Menyanyi Solo, Kriya, Mendongeng, Menulis Cerita, Pantomim, dan Tari. Sementara untuk tingkat SMP, terdapat cabang Ilustrasi, Menyanyi Solo, Mendongeng, Menulis Cerita, Pantomim, Ansambel Campuran Tiga Alat Musik, serta Tari Kreasi.
Lokasi Lomba Terbagi di Dua Tempat
Hertati Taher merinci, pelaksanaan lomba terbagi di dua lokasi. Sebagian cabang digelar di Aula Balai Kota Pariaman, dan sebagian lainnya bertempat di SMPN 4 Pariaman.
Dewan juri yang diturunkan berjumlah 23 orang. Mereka berasal dari kalangan seniman, akademisi, dan tenaga pendidik bidang seni dari Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang. Setiap cabang lomba dinilai oleh tiga orang juri sesuai ketentuan yang berlaku.
Komitmen Pemkot: Talenta Seni Harus Diberi Ruang
Dalam kesempatan yang sama, Yota Balad menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pariaman dalam mendukung pengembangan talenta di bidang seni dan sastra. Menurutnya, setiap potensi yang dimiliki pelajar harus mendapat ruang yang layak agar dapat berkembang secara optimal.
Ia berharap ajang FLS3N ini dapat menjadi momentum bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. “Ini langkah awal untuk mewakili Kota Pariaman di tingkat yang lebih tinggi, hingga membawa nama daerah di kancah nasional maupun internasional,” pungkasnya.