Pencarian

Mahasiswa UNP Tampilkan Tari Tradisional Sumatra di Kafe Padang Utara, 8 Karya dari Aceh hingga Lampung

Senin, 25 Mei 2026 • 14:31:13 WIB
Mahasiswa UNP Tampilkan Tari Tradisional Sumatra di Kafe Padang Utara, 8 Karya dari Aceh hingga Lampung
Mahasiswa UNP menampilkan tari tradisional Sumatra di kafe Fabriek Blok, Padang Utara.

PADANG — Kopi akhir pekan di kafe Fabriek Blok, Jalan Prof Dr Hamka, Padang utara, berubah menjadi panggung seni. Delapan puluh mahasiswa UNP dari Program Studi Pendidikan Seni Tari, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), unjuk kebolehan membawakan tarian tradisional dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Lampung.

Mengapa Mahasiswa Tampil di Kafe?

Penampilan tersebut merupakan kewajiban akademis untuk dua mata kuliah sekaligus: Tari Industri Kreatif dan Tari Sumatra. Dosen pengampu, Nerosti, menjelaskan bahwa mata kuliah Tari Industri Kreatif memang mendorong mahasiswa untuk mengakses ruang publik.

"Sehingga apresiasi yang didapatkan lebih luas," kata Nerosti.

Apa Saja Tarian yang Ditampilkan?

Empat dari delapan karya yang dibawakan malam itu adalah "Pusaka Irama Gayo" (Aceh), "Gemulai Serumpun" (Lampung), "Suhul Ni Dolok" (Sumatera Utara), dan "Tari Piriang Galatiak" (Sumbar). Semuanya merupakan tari kreasi yang berpijak pada seni tradisi daerah masing-masing.

"Pusaka Irama Gayo" berakar pada Tari Saman Aceh, menggambarkan kekayaan budaya Gayo dengan gerakan serempak dan penuh disiplin. Sementara "Gemulai Serumpun" memadukan kelembutan Tari Bedana dan ritme Tari Zapin dari Lampung, menggunakan properti kipas, selendang, dan Menara Siger.

Filosofi di Balik Gerakan Tari

"Suhul Ni Dolok" yang secara harfiah berarti gagang gunung, terinspirasi dari Dolok Pusuk Buhit, gunung sakral masyarakat Batak Toba. Tarian ini melambangkan keteguhan prinsip dan kekuatan pondasi hidup. Sedangkan "Tari Piriang Galatiak" dari Sumbar menggambarkan kelincahan dan kegembiraan pemuda Minangkabau dengan properti piring yang digerakkan cepat dan dinamis.

Respons Pengunjung dan Harapan Dosen

Pertunjukan malam itu berhasil memukau pengunjung kafe. Beberapa anak kecil bahkan ikut bergerak mengikuti gerakan penari dari luar panggung. Dosen Susniarti yang mengampu mata kuliah Tari Sumatra turut hadir menyaksikan penampilan para mahasiswanya.

Nerosti berharap penampilan ini bisa membuka wawasan generasi muda terhadap seni tradisi dari berbagai daerah di Sumatra. "Karya yang ditampilkan malam ini adalah tari kreasi, sedangkan pijakan dasarnya adalah seni tradisi yang ada di berbagai daerah di Sumatra," jelasnya.

Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks