PADANG — Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat membuat jaringan pipa air bersih di tiga daerah putus total. PT Hutama Karya (HK) bergerak cepat menangani titik-titik kritis agar distribusi air minum ke rumah warga kembali normal. Eksekutif Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyebut penanganan difokuskan pada paket pekerjaan SPAM di Kabupaten Agam, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Padang.
Apa Saja Titik Kerusakan Paling Kritis?
Berdasarkan investigasi teknis, kerusakan terparah terjadi di SPAM Palukahan, Kota Padang. Pipa transmisi berdiameter 400 milimeter sepanjang satu kilometer dari intake ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) putus. Kondisi serupa terjadi di Balai Gadang, di mana pipa transmisi dengan diameter yang sama putus sepanjang 200 meter. Di lokasi ini, mercu bendung eksisting di SPAM Guo Kuranji juga rusak berat akibat terjangan banjir bandang.
Sementara itu, di Kabupaten Agam, jaringan pipa SPAM Batu Kambing putus. Tantangan terbesar justru muncul dari kebutuhan mendesak pembangunan perpipaan untuk enam lokasi huntara di Agam dan dua lokasi huntara di Pesisir Selatan.
Bagaimana Strategi Penanganan di Lapangan?
Hutama Karya menerapkan dua pendekatan berbeda. Untuk wilayah Agam dan Pesisir Selatan, manajemen menggunakan sistem subkontraktor yang didukung tim survei dan personel teknik dengan mobilitas tinggi. Sementara untuk Kota Padang, pengerjaan dilakukan secara swakelola.
Pada titik kritis Guo Kuranji, tim melakukan tindakan darurat dengan membangun mercu temporary. Material yang digunakan adalah geotekstil woven yang dijahit tiga lapis dan diberi proteksi boulder atau batu besar. Langkah ini diambil untuk memastikan air tetap bisa masuk ke IPA meski infrastruktur utama rusak.
Berapa Banyak Warga yang Sudah Terbantu?
Hasil kerja cepat ini sudah terasa. Pipa transmisi Palukahan dan distribusi Balai Gadang berhasil dinormalisasi dalam waktu kurang dari 30 hari. Alhasil, 21.082 sambungan rumah di Kota Padang kini kembali mendapat pasokan air. Di delapan lokasi huntara, sebanyak 399 kepala keluarga juga sudah bisa mengakses air bersih.
Langkah darurat lewat mercu sementara di SPAM Guo Kuranji juga berhasil mengamankan pasokan bagi sekitar 6.312 sambungan aktif pelanggan. “Penanganan SPAM pascabencana di Sumatera Barat ini menjadi salah satu prioritas utama kami demi mengembalikan hak masyarakat atas akses air bersih yang sempat terputus akibat banjir bandang,” kata Hamdani.
Kapan Semua Pekerjaan Rehabilitasi Tuntas?
Seluruh rangkaian pengerjaan darurat dan rehabilitasi dimulai pada 23 Desember 2025. Hutama Karya menargetkan semua proyek selesai sepenuhnya pada 22 Desember 2026. Pekerjaan ini tidak hanya memperbaiki pipa yang putus, tetapi juga membangun infrastruktur baru di lokasi huntara agar warga korban bencana tidak kesulitan mendapatkan air bersih selama masa pemulihan.