PADANG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menekankan bahwa kemampuan menyusun karya tulis ilmiah menjadi fondasi penting dalam membangun birokrasi berbasis pengetahuan (knowledge-based bureaucracy). Menurutnya, setiap kebijakan dan program yang dihasilkan pemerintah daerah harus memiliki dasar analisis yang kuat dan terukur, bukan sekadar berdasarkan intuisi.
“Karya tulis ilmiah bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif dalam pengembangan karier jabatan fungsional. Lebih dari itu, karya ilmiah menjadi sarana untuk melahirkan gagasan, inovasi, dan solusi terhadap berbagai persoalan dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun pelayanan publik,” ujar Mahyeldi dalam sambutannya di Aula BPSDM.
Blended Learning Selama Sebulan Penuh
Pelatihan yang diikuti oleh 30 pejabat fungsional ini tidak berlangsung singkat. Kepala BPSDM Provinsi Sumbar, Barlius, menjelaskan bahwa kegiatan dirancang dengan metode blended learning yang terbagi dalam tiga tahap. Tahap pertama berupa pembelajaran klasikal pada 3–5 Juni 2026, dilanjutkan pembelajaran daring pada 8–9 Juni 2026, dan ditutup dengan klasikal tahap kedua pada 23–25 Juni 2026.
Para peserta tidak hanya akan belajar dari widyaiswara internal BPSDM. Tenaga pengajar dan fasilitator yang dilibatkan berasal dari Widyaiswara Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, akademisi, serta pejabat struktural dari perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sumbar.
Bukan Sekadar Teknik Menulis, Tapi Cara Berpikir
Mahyeldi menegaskan bahwa pejabat fungsional merupakan ujung tombak pelaksanaan tugas teknis pemerintahan yang membutuhkan keahlian spesifik dan profesionalisme tinggi. Profesionalisme itu, kata dia, tidak cukup hanya tercermin dari kemampuan teknis semata, melainkan juga dari kemampuan berpikir analitis, sistematis, dan berbasis data.
“Kami berharap hasil pelatihan ini dapat ditindaklanjuti dalam bentuk karya ilmiah yang inovatif, relevan dengan kebutuhan organisasi, serta mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di Sumatera Barat,” ucap Mahyeldi.
Dorongan untuk Berinovasi Lewat Riset
Gubernur mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan secara maksimal. Ia berharap para pejabat fungsional tidak hanya memahami teknik penulisan ilmiah, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang aplikatif dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kinerja organisasi.
Kegiatan yang turut dihadiri Kepala LAN RI ini menjadi salah satu upaya Pemprov Sumbar untuk memperkuat budaya belajar dan pengembangan diri ASN secara berkelanjutan. Dengan bekal pelatihan ini, para pejabat fungsional diharapkan mampu menjawab tantangan birokrasi yang semakin kompleks melalui gagasan dan inovasi yang tertuang dalam karya ilmiah.