PADANG — Puluhan pelajar SMP Angkasa Padang mendapat kesempatan langka merasakan langsung sensasi terbang menggunakan pesawat ringan Trike di Lanud Sutan Sjahrir, Sumatera Barat, Sabtu (13/6/2026). Program pengenalan kedirgantaraan yang digelar TNI AU ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman praktis kepada siswa.
Penerbangan Perdana untuk Pelajar di Lanud Sutan Sjahrir
Kegiatan diawali dengan pengarahan keselamatan dari para penerbang TNI AU. Seorang pilot, Sertu Frans, terlihat memasangkan helm kepada seorang siswa sebelum naik ke pesawat. Momen itu disaksikan langsung oleh Kepala Sekolah SMP Angkasa Padang, Kapten Lek Harri Hargadiputra.
Pesawat Trike yang digunakan merupakan pesawat latih ringan bermesin tunggal. Dengan bobot ringan dan kecepatan rendah, pesawat ini dinilai aman untuk memperkenalkan dunia penerbangan kepada pelajar tingkat pertama.
Bukan Sekadar Naik Pesawat, Ada Materi Kedirgantaraan
Sebelum penerbangan, para siswa mendapat materi dasar tentang aerodinamika, navigasi, dan peran TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara. Materi disampaikan langsung oleh personel Lanud Sutan Sjahrir yang berpengalaman.
“Kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air dan membuka wawasan mereka tentang karier di bidang kedirgantaraan,” ujar salah satu perwira pembina kegiatan. Program ini dinilai strategis mengingat Sumatera Barat memiliki potensi sumber daya manusia yang besar di sektor penerbangan.
Antusiasme Siswa: Dari Takut Jadi Ingin Terbang Lagi
Beberapa siswa mengaku grogi saat pertama kali duduk di kokpit Trike. Namun setelah pesawat mengudara selama sekitar 15 menit, rasa takut berubah menjadi kegembiraan. Pemandangan Kota Padang dari ketinggian menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi mereka.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pembinaan potensi dirgantara yang rutin dilakukan TNI AU di berbagai daerah. Lanud Sutan Sjahrir sendiri berkomitmen untuk terus membuka akses edukasi kedirgantaraan bagi pelajar di Sumatera Barat.