PADANG — BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi yang mengancam keselamatan pelayaran di perairan Sumatera Barat. Berdasarkan surat peringatan bernomor B/ME.01.02/PDGT/14/TLB/VI/2026, kondisi ini dipicu oleh angin dari arah barat hingga barat laut dengan kecepatan mencapai 30 knot.
Wilayah Perairan dengan Gelombang 2,5–4 Meter
BMKG merinci, gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Perairan Timur Siberut, Perairan Timur Pagai, Perairan Timur Sipora, dan Perairan Barat Sipora. Sementara itu, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter meliputi Perairan Padang-Padang Pariaman, Perairan Agam-Pasaman Barat, Perairan Pesisir Selatan, Perairan Timur Siberut, Perairan Timur Sipora, Perairan Timur Pagai, dan Perairan Barat Pagai.
Kapan Nelayan Harus Waspada?
BMKG memberikan panduan spesifik berdasarkan jenis kapal. Perahu nelayan dinilai berisiko tinggi jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Kapal tongkang perlu waspada saat angin 16 knot dengan gelombang 1,5 meter, sementara kapal ferry berisiko pada angin 21 knot dan gelombang 2,5 meter.
Untuk kapal besar seperti kargo dan pesiar, kewaspadaan ditingkatkan ketika angin mencapai 27 knot dan gelombang setinggi 4 meter. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur, Mardiansyah, mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca sebelum beraktivitas di laut.
Kondisi Cuaca: Hujan Ringan hingga Lebat Disertai Petir
Selain gelombang tinggi, BMKG memprakirakan kondisi cuaca di perairan Sumatera Barat didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir. Angin bertiup dari barat hingga barat laut dengan kecepatan bervariasi antara 4 hingga 30 knot. Potensi gelombang di atas 4 meter, yakni 4–6 meter maupun 6–9 meter, dinyatakan nihil.
Peringatan dini ini berlaku sejak 14 Juni 2026 pukul 19.00 WIB hingga 17 Juni 2026 pukul 19.00 WIB. Masyarakat pesisir, khususnya di Kepulauan Mentawai, diminta tidak memaksakan diri melaut hingga kondisi dinyatakan aman.