Pencarian

Universitas Andalas Padang Kaji Sistem Pertanian Tradisional Minangkabau 'Parak' untuk Hadapi Perubahan Iklim

Sabtu, 20 Juni 2026 • 20:41:01 WIB
Universitas Andalas Padang Kaji Sistem Pertanian Tradisional Minangkabau 'Parak' untuk Hadapi Perubahan Iklim
Peneliti UNAND mengkaji sistem pertanian tradisional Minangkabau 'Parak' sebagai adaptasi perubahan iklim.

Peneliti dari Fakultas Pertanian UNAND, Yulinda, mengatakan sistem parak memiliki potensi besar menjadi model adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang berkelanjutan. Riset ini dikembangkan di Hutan Nagari Salibutan, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.

Kawasan itu merupakan daerah tangkapan air di aliran Sungai Batang Anai yang menopang kehidupan masyarakat di wilayah hilir. Namun, perubahan pola curah hujan dan suhu udara membuat kawasan itu rentan terhadap degradasi lingkungan.

Praktik Agroforestri Berlapis oleh Masyarakat Nagari

Dalam praktiknya, masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) mengembangkan pola agroforestri berlapis. Pohon-pohon seperti asam kandis, durian, manggis, petai, dan pinang dipertahankan sebagai pelindung utama sekaligus penyerap karbon.

Pada lapisan berikutnya ditanam kakao, sedangkan tanaman rempah seperti jahe, kunyit, dan serai tumbuh di lantai hutan sebagai sumber pendapatan tambahan. "UNAND tidak hanya melakukan penelitian, tetapi juga mendorong penerapan hasil riset secara langsung bersama masyarakat," ujar Yulinda di Padang, Sabtu.

Tiga Tujuan Pertanian Cerdas Iklim Terjawab

Hasil penelitian UNAND menunjukkan model ini menjawab tiga tujuan utama pertanian cerdas iklim. Pertama, meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani melalui diversifikasi usaha. Kedua, memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim. Ketiga, berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca.

"Selain memberikan manfaat ekologis, sistem agroforestri juga membuka peluang ekonomi baru termasuk potensi pengembangan perdagangan karbon berbasis masyarakat yang saat ini mulai menjadi perhatian dunia," kata Yulinda.

Kearifan Lokal Jadi Solusi Global

Yulinda menegaskan pendekatan riset ini menunjukkan kearifan lokal bisa menjadi bagian penting dari solusi global menghadapi perubahan iklim. Sistem parak yang telah diwariskan secara turun-temurun kini diuji secara ilmiah untuk menghadapi tantangan iklim yang semakin ekstrem.

Dengan model ini, petani tidak hanya mendapatkan hasil panen dari tanaman sela, tetapi juga mempertahankan fungsi ekologis hutan sebagai penyerap karbon dan pengatur tata air. Riset UNAND diharapkan bisa menjadi acuan bagi daerah lain di Sumatera Barat yang menghadapi risiko bencana hidrometeorologi serupa.

Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks