Pencarian

Lapas Lubuk Basung Produksi 300 Lembar Atap Rumbia per Hari, Dipasarkan ke Riau dan Jambi

Senin, 22 Juni 2026 • 21:34:31 WIB
Lapas Lubuk Basung Produksi 300 Lembar Atap Rumbia per Hari, Dipasarkan ke Riau dan Jambi
Lapas Lubuk Basung memproduksi 300 lembar atap rumbia setiap hari dengan melibatkan lima warga binaan.

LUBUK BASUNG — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memproduksi atap rumbia yang kini telah menembus pasar di dua provinsi tetangga. Produk anyaman daun sagu itu dipasarkan ke Riau dan Jambi dengan volume 5.000 lembar setiap kali pengiriman.

Lima Warga Binaan Jadi Perajin, Produksi Capai 300 Lembar per Hari

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini baru berjalan selama dua bulan. Kepala Lapas Kelas II B Lubuk Basung, Budi Suharto, mengatakan produksi saat ini melibatkan lima warga binaan pemasyarakatan.

"Saat ini kita baru melibatkan lima warga binaan pemasyarakatan dan bakal ditambah sesuai kebutuhan nantinya," ujarnya didampingi Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas, Wira Sri Wahyumi, Senin lalu.

Kelima warga binaan itu mampu memproduksi sekitar 300 lembar atap rumbia setiap harinya. Bahan baku berupa daun pohon rumbia (sagu) tersedia melimpah di sekitar wilayah Agam.

Pemasaran Langsung Dijemput Pembeli, Stok Aman

Sistem pemasaran terbilang unik. Pembeli dari Riau dan Jambi langsung menjemput produk ke lapas. Setiap kali penjemputan, volume yang dibawa mencapai 5.000 lembar.

"Setidaknya ada 5.000 lembar setiap kali penjemputan oleh pembeli dan untuk pemasaran sangat tersedia," kata Budi Suharto.

Atap rumbia merupakan penutup atap tradisional yang terbuat dari anyaman daun pohon rumbia. Produk ini masih banyak diminati di daerah-daerah yang mengusung arsitektur tradisional atau bangunan dengan konsep alami.

Bekal Keterampilan untuk Warga Binaan Setelah Bebas

Program ini tidak sekadar mengejar produksi. Lapas Lubuk Basung juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang bisa menjadi mata pencaharian setelah kembali ke masyarakat.

Salah seorang warga binaan, Yunadi, mengaku baru belajar membuat atap rumbia selama satu bulan. Ia berencana mengembangkan keterampilan itu setelah bebas nanti.

"Baru satu bulan ini membuat atap rumbia dan sebelumnya saya tidak bisa membuatnya. Ini bakal dikembangkan nantinya setelah bebas nanti," katanya.

Selain atap rumbia, Lapas Kelas II B Lubuk Basung juga menggalakkan pelatihan kuliner dan tata boga. Warga binaan diajari teknik persiapan, pengolahan, hingga penyajian hidangan seperti kue dan masakan. Yunadi juga mengaku telah dilatih bertukang bangunan dan sudah banyak mengerjakan proyek konstruksi di dalam lapas.

Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks