Pencarian

SPMB Kota Padang 2026 Gagal di Hari Pertama, Ratusan Orang Tua Laporkan Laman Sulit Diakses

Selasa, 23 Juni 2026 • 11:40:31 WIB
SPMB Kota Padang 2026 Gagal di Hari Pertama, Ratusan Orang Tua Laporkan Laman Sulit Diakses
Ratusan orang tua melaporkan laman pendaftaran SPMB Kota Padang 2026 sulit diakses pada hari pertama.

PADANG — Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Padang untuk tahun ajaran 2026 berlangsung kacau. Sejak pukul 08.00 WIB, laman pendaftaran resmi yang dikelola Dinas Pendidikan Kota Padang dilaporkan tidak dapat diakses secara stabil oleh ribuan pengguna.

Keluhan warga langsung membanjiri media sosial dan grup WhatsApp orang tua murid. Banyak yang mengaku sudah menunggu sejak malam, namun saat mencoba login, sistem justru menampilkan pesan error atau loading tanpa henti.

Server Down di Jam Sibuk, Orang Tua Cemas Kehilangan Kuota

Gangguan terjadi tepat di jam-jam puncak akses, yakni pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Sejumlah orang tua di Kecamatan Kuranji dan Lubuk Begalung mengaku gagal menyelesaikan pendaftaran setelah berkali-kali mencoba.

"Saya sudah dari jam 7 pagi di warnet, sampai jam 9 belum masuk juga. Takut kuota habis," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada Lintas Tiga.

Padahal, Dinas Pendidikan Kota Padang telah mengumumkan jadwal pendaftaran sejak Februari lalu. Proses uji coba sistem diklaim sudah dilakukan, namun kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya.

Bukan Sekadar Gangguan Teknis, Publik Pertanyakan Kesiapan Pemkot

Persoalan ini bukan sekadar error server. Di mata masyarakat, gangguan di hari pertama mencerminkan lemahnya kesiapan pemerintah dalam mengelola layanan publik digital yang menyangkut masa depan anak-anak.

SPMB bukan program mendadak. Jumlah peserta, jadwal, hingga lonjakan akses sudah bisa diprediksi sejak awal. Ironisnya, sistem yang dirancang berbulan-bulan justru kolaps saat benar-benar dibutuhkan.

"Ini soal kepercayaan. Kalau hari pertama saja sudah bermasalah, bagaimana dengan proses seleksi selanjutnya?" kata seorang pegiat pendidikan di Padang.

Apa Langkah Dinas Pendidikan Padang Selanjutnya?

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Kota Padang belum merilis pernyataan resmi mengenai penyebab pasti gangguan. Masyarakat hanya mendapat pemberitahuan singkat bahwa "sistem sedang dalam perbaikan" tanpa penjelasan detail.

Publik mendesak transparansi: berapa kapasitas server yang disiapkan? Berapa jumlah akses bersamaan yang terjadi? Dan apa langkah konkret yang diambil agar kejadian serupa tidak terulang?

Ke depan, audit sistem teknologi informasi secara independen menjadi kebutuhan mendesak. Kanal pengaduan harus responsif, dan seluruh tahapan seleksi wajib bisa dipantau secara real-time oleh masyarakat.

Karena pada akhirnya, keberhasilan SPMB tidak diukur dari cepatnya pengumuman, melainkan ketika tidak ada orang tua yang merasa dicurangi dan tidak ada siswa yang kehilangan kesempatan hanya karena sistem yang rapuh.

Bagikan
Sumber: lintastiga.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks