PADANG — Sebanyak 70 anak yang rumahnya terendam banjir bandang akhir tahun lalu kini bisa menjalani khitanan tanpa biaya. Mereka adalah warga dari beberapa kecamatan yang paling parah terdampak bencana pada November 2025.
Program ini digelar Rumah Sakit Universitas Andalas (RS UNAND) bersama alumni Fakultas Kedokteran. Pelaksanaannya terbagi di dua titik: di RS UNAND dan di Nagari Cupak, Kabupaten Solok.
Mengapa Anak Penyintas Banjir Jadi Sasaran Utama?
Direktur RS UNAND Muhammad Riendra menyebut target utama kegiatan ini memang anak-anak korban banjir. "Apalagi, terdapat beberapa kecamatan yang terkena bencana banjir bandang di akhir November 2025," ujarnya di Padang, Rabu.
Pemilihan sasaran itu bukan tanpa alasan. Banyak keluarga penyintas yang masih dalam masa pemulihan ekonomi dan infrastruktur rumah. Mengkhitankan anak kerap tertunda karena biaya bukan prioritas di tengah kebutuhan pokok pascabencana.
Bukan Sekadar Sunat Massal Biasa
Wakil Rektor II UNAND Hefrizal Handra mengatakan kegiatan ini merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. "Total ada 70 anak-anak yang ikut khitanan massal gratis. Mereka merupakan penyintas banjir bandang," kata Hefrizal.
Sebelumnya, UNAND juga mengadakan operasi bibir sumbing dan langit-langit di RS yang sama. Rangkaian bakti sosial ini menjadi bagian dari perayaan Lustrum XIV atau Dies Natalis Ke-70 kampus tersebut.
Kapan Khitanan Massal Ini Digelar?
Kegiatan berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Selain di Kota Padang, tim medis juga turun ke Nagari Cupak, Solok, untuk menjangkau anak-anak di daerah yang lebih pelosok.
Pihak RS UNAND berharap bantuan ini meringankan beban orang tua di tengah upaya pemerintah bersama berbagai pihak memulihkan infrastruktur dan ekonomi di Ranah Minang pascabanjir bandang.
Apa Dampak Banjir Bandang November 2025?
Banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 merendam sejumlah kecamatan di Sumatera Barat. Ribuan warga mengungsi, rumah dan lahan pertanian rusak. Proses pemulihan masih berlangsung hingga awal 2026.
Apakah Ada Syarat Khusus untuk Mendapatkan Layanan Ini?
Tidak ada syarat khusus selain anak merupakan penyintas banjir bandang. Semua biaya khitan, termasuk obat dan perawatan pasca-sunat, ditanggung penuh oleh RS UNAND dan alumni Fakultas Kedokteran.
Apakah Program Ini Akan Berlanjut?
Belum ada kepastian jadwal lanjutan. Namun, UNAND berkomitmen untuk terus menghadirkan program serupa dalam rangkaian dies natalis maupun kegiatan pengabdian masyarakat lainnya di masa mendatang.