PADANG — Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai NasDem, Dr. (H.C.) Ir. M. Shadiq Pasadigoe, S.H., M.M., menegaskan bahwa kekayaan intelektual bukan sekadar dokumen hukum. Ia adalah aset strategis yang mampu meningkatkan nilai jual produk. Shadiq menyebut potensi besar Sumatera Barat seperti rendang, songket Silungkang, tenun Pandai Sikek, dan sulaman Minangkabau harus segera diamankan secara legal.
Mengapa Perlindungan Kekayaan Intelektual Penting bagi UMKM?
Shadiq menilai kepastian hukum melalui hak cipta, merek, paten, atau indikasi geografis membuat produk lokal lebih kompetitif di pasar nasional maupun global. “Perlindungan kekayaan intelektual mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memberi kepastian hukum bagi para pelaku usaha,” ujarnya dalam sambutan. Tanpa perlindungan, inovasi pelaku UMKM rentan ditiru atau diklaim pihak lain. Ini bisa merugikan perajin asli yang telah bertahun-tahun mengembangkan produk khas daerah.
Komisi XIII DPR RI Dorong Kemudahan Layanan
Shadiq menyatakan Komisi XIII DPR RI terus mendorong percepatan dan kemudahan layanan pendaftaran kekayaan intelektual. Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Padang yang dinilai serius membangun ekosistem ekonomi kreatif. “Kami mendukung penuh upaya pemda agar produk lokal semakin berdaya saing,” tegasnya. Acara tersebut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Analis Kekayaan Intelektual Ahli Madya Kanwil Kemenkumham Sumbar Desmaniar, tokoh masyarakat Syamsurizal, serta ratusan pelaku UMKM, akademisi, mahasiswa, dan komunitas kreatif.
Pemkot Padang Siap Bangun Ekosistem Inovasi
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mengembangkan ekosistem inovasi. Ia menyebut produk lokal harus semakin kompetitif agar mampu menembus pasar yang lebih luas. “Kami terus mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas,” kata Fadly. Sementara itu, Desmaniar dari Kanwil Kemenkumham Sumbar mengajak masyarakat segera mendaftarkan hak cipta, merek, paten, desain industri, dan indikasi geografis. Ia menyebut proses pendaftaran kini semakin mudah dan bisa dilakukan secara daring.
Harapan ke Depan: Inovasi Jadi Kebanggaan dan Penggerak Ekonomi
Menutup kegiatan, Shadiq berharap semakin banyak karya masyarakat Sumatera Barat yang memperoleh perlindungan hukum. Dengan demikian, inovasi tidak hanya melahirkan kebanggaan daerah, tetapi juga memperkuat daya saing dan kesejahteraan masyarakat. “Ini langkah awal yang penting untuk kemajuan ekonomi kreatif Sumbar,” pungkasnya.