PADANG PANJANG — Shadiq yang juga legislator dari dapil Sumatra Barat I itu menilai provinsi ini memiliki modal sosial dan budaya yang kuat untuk menjadi pelopor pengamalan Pancasila. Ia merujuk pada falsafah lokal Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yang dinilainya selaras dengan nilai-nilai Pancasila.
Mengapa Sumbar Dinilai Layak Jadi Pelopor Pancasila?
“Sumatra Barat adalah daerah yang luar biasa. Dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, masyarakat kita memiliki nilai-nilai luhur yang selaras dengan Pancasila. Mari kita buktikan bahwa Sumatra Barat mampu menjadi contoh nasional dalam menghidupkan Gerakan Kebajikan Pancasila,” ujar Shadiq dalam sambutannya.
Menurutnya, Pancasila harus menjadi pedoman dalam setiap aspek kehidupan. Bukan hanya dihafal, tetapi diamalkan dalam tindakan nyata, mulai dari membangun karakter religius, menjunjung hukum, menghormati hak asasi manusia, hingga memperkuat gotong royong.
BPIP Apresiasi Sinergi dengan DPR
Direktur Penyusunan Rekomendasi Kebijakan dan Regulasi BPIP sekaligus Plt Direktur Advokasi, Fuad Himawan, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin. Ia menilai langkah ini strategis untuk menghadirkan Pancasila sebagai budaya yang hidup, bukan sekadar konsep.
“Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menghadirkan Pancasila tidak hanya sebagai konsep, tetapi menjadi budaya yang hidup di tengah masyarakat. Kami mengapresiasi komitmen Bapak Shadiq Pasadigoe yang terus mengawal penguatan ideologi bangsa,” kata Fuad.
Apa Kata Pemkot dan DPRD Padang Panjang?
Wakil Wali Kota Padang Panjang, H. Allex Saputra, menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila semakin mengakar di tengah warganya.
“Kami berterima kasih kepada BPIP dan Bapak M. Shadiq Pasadigoe yang telah memilih Kota Padang Panjang sebagai lokasi kegiatan. Semoga semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ketua DPRD Kota Padang Panjang, Imbral, menambahkan bahwa penguatan ideologi Pancasila merupakan tanggung jawab bersama. Pihaknya siap mendukung upaya memperkuat persatuan, toleransi, dan gotong royong di masyarakat.
Diskusi dan Tarian Nusantara Warnai Acara
Kegiatan tidak hanya diisi pemaparan materi. Penampilan tari nusantara, pengenalan Salam Pancasila, serta pemutaran video profil BPIP turut meramaikan acara. Diskusi panel menghadirkan Fuad Himawan, Shadiq Pasadigoe, Nasrul A, dan Basrizal Dt. Panghulu Basa.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab. Gagasan mengenai penguatan karakter bangsa, literasi digital, peran keluarga, pendidikan, adat, dan tokoh masyarakat mengemuka sepanjang diskusi.
Ajakan Jadi Pelopor di Lingkungan Masing-Masing
Menutup acara, Shadiq mengajak seluruh peserta menjadi pelopor Gerakan Kebajikan Pancasila di lingkungan masing-masing. Ia menekankan pentingnya mewariskan karakter berakhlak dan cinta tanah air kepada generasi muda.
“Mari kita rawat persatuan, kita kuatkan nilai-nilai Pancasila, dan kita wariskan kepada generasi muda karakter yang berakhlak, cinta tanah air, serta siap membangun bangsa. Bersama kita wujudkan Sumatra Barat Luar Biasa untuk Indonesia yang semakin maju, adil, dan bermartabat,” pungkasnya.