PADANG — Ratusan anak yatim di Sumatera Barat mendapatkan pengalaman tak terlupakan saat diajak menaiki Kereta Api Pariaman Ekspres relasi Pauhlima-Naras secara gratis. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Muharam Fest, hasil kolaborasi antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat dan Yayasan Abulyatama Indonesia (YAI) Cabang Padang.
Acara dimulai dari Stasiun Padang menuju Stasiun Pariaman. Selama perjalanan pulang pergi (PP), anak-anak tidak sekadar duduk di dalam gerbong. Mereka diperkenalkan dengan berbagai layanan perkeretaapian, mulai dari profesi yang ada di KAI, tata cara pemesanan tiket, hingga pentingnya keselamatan perjalanan kereta api.
Dongeng Islami hingga Naik Kuda di Pantai Gandoriah
Setibanya di Pantai Gandoriah, rangkaian acara berlanjut dengan aktivitas yang lebih seru. Anak-anak mengikuti dongeng Islami, bermain, hingga mencoba naik kuda. Sesi puncak diisi dengan makan bersama, pemberian santunan, dan doa bersama dalam kegiatan bertajuk “Mengetuk Pintu Langit”.
Sementara itu, para bunda yatim tidak sekadar menunggu. Mereka mengikuti sesi khusus bernama Ruang Pulih Ibu Tangguh. Sesi ini menjadi wadah untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan memperoleh motivasi dari sesama orang tua tunggal.
KAI: Bukan Sekadar Naik Kereta, tapi Edukasi dan Motivasi
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Melalui Muharam Fest, KAI ingin menghadirkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi anak-anak yatim. Kami berharap perjalanan dengan kereta api, edukasi keselamatan, hingga berbagai aktivitas yang disiapkan hari ini dapat menjadi kenangan indah, menumbuhkan semangat, serta memotivasi mereka untuk terus meraih cita-cita,” ujar Reza.
Apresiasi dari Yayasan Abulyatama
Kepala Yayasan Abulyatama Indonesia Cabang Padang, Romi Satriawan Cahyadi, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin. Menurutnya, KAI tidak hanya membuka akses transportasi, tetapi juga membuka ruang kebahagiaan bagi anak-anak yatim.
“Tidak hanya memberikan kesempatan menikmati perjalanan dengan kereta api, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar, bermain, dan menguatkan nilai-nilai keislaman. Semoga sinergi seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Cerita Alikha: Pertama Kali Naik Kereta Api
Kebahagiaan terpancar dari wajah para peserta. Salah seorang anak yatim, Alikha Naila Maharani (10), mengaku sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Ia bahkan baru pertama kali merasakan naik kereta api.
“Ini pertama kalinya saya naik kereta api. Perjalanannya seru, bisa bermain bersama teman-teman, mendengarkan dongeng, dan naik kuda. Terima kasih kepada KAI dan semua kakak-kakak yang sudah membuat kami bahagia hari ini,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, KAI Divre II Sumbar berharap Muharam Fest tidak hanya menjadi momen berbagi kebahagiaan di awal tahun, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang berkelanjutan di Sumatera Barat.