PADANG — Rektor UNP Ir. Krismadinata, Ph.D. menyebut kehadiran Dirjen Risbang menjadi momentum bagi sivitas akademika untuk memahami arah baru kebijakan riset nasional. “Kita akan mendapatkan pencerahan dari Pak Fauzan, baik dari pengalaman beliau di dunia penelitian internasional maupun bagaimana membangun penelitian mulai dari riset dasar, riset terapan hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai jual,” ujarnya dalam sambutan.
Mengapa Riset Kampus Sering Berhenti di Prototipe?
Dalam paparannya, Fauzan menyoroti fenomena valley of death yang masih menghantui dunia riset Indonesia. Banyak hasil penelitian perguruan tinggi berhenti pada tahap publikasi atau prototipe, tanpa mampu mencapai tahap komersialisasi dan dimanfaatkan masyarakat luas. “Paradigma riset di perguruan tinggi harus bergeser dari sekadar menghasilkan publikasi ilmiah menjadi riset yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dan industri,” tegasnya.
Lima Sektor Prioritas yang Harus Digarap UNP
Fauzan menjelaskan, penelitian di perguruan tinggi perlu diarahkan pada bidang-bidang prioritas nasional. Kelima sektor itu meliputi ketahanan pangan dan kesehatan, energi baru dan terbarukan, hilirisasi dan reindustrialisasi, pertahanan dan material maju, serta semikonduktor, kecerdasan artifisial (AI), dan ekonomi digital.
Untuk mewujudkannya, diperlukan kemitraan yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, investor, hingga startup. “Hanya dengan kolaborasi lintas sektor, hasil riset dapat meningkatkan daya saing bangsa,” ujar Fauzan.
Hilirisasi Jadi Kunci agar Riset Berdampak ke Ekonomi Warga
Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan saat ini terus mendorong penguatan program hilirisasi riset. Tujuannya, inovasi yang dihasilkan kampus dapat berkembang menjadi produk yang bernilai ekonomi dan berdampak luas bagi masyarakat Sumatera Barat. Kebijakan riset nasional juga menitikberatkan pada penguatan kualitas talenta peneliti serta pengembangan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
Melalui pendekatan ini, UNP diharapkan mampu menghasilkan solusi atas tantangan pembangunan sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. FGD ini menjadi langkah awal untuk menyelaraskan peta jalan riset kampus dengan kebutuhan industri dan masyarakat.