PADANG — Ribuan buku sastra klasik Tamil itu mencakup sastra klasik, sastra modern, filsafat, dan referensi akademik. Koleksi akan dibagikan ke perpustakaan kampus se-Sumatera Barat. Gubernur Mahyeldi menilai hibah ini momentum penting untuk memperkuat riset kebudayaan lokal.
Dorongan Riset dan Dokumentasi Budaya
Gubernur mengatakan Sumatera Barat memiliki kekayaan sejarah luar biasa, seperti temuan arkeologi di Gua Lida Ajer, Situjuh, dan Menhir Maek. Namun, banyak warisan sejarah belum terdokumentasi dan terpublikasi dengan baik.
“Saya berharap hibah buku ini menginspirasi kampus-kampus di Sumatera Barat lebih serius mendokumentasikan dan mengembangkan khazanah budaya Minangkabau. Kita memiliki kekayaan sejarah luar biasa,” tegas Mahyeldi.
Pelajaran dari India: Menjaga Sastra Berusia Ribuan Tahun
Mahyeldi mengapresiasi komitmen Pemerintah Tamil Nadu yang mampu menjaga, mendokumentasikan, dan mencetak ulang karya sastra berusia dua ribu tahun. “Ini menjadi pelajaran berharga. India mampu menjaga karya sastra berusia dua ribu tahun. Mereka sangat menghargai peradaban, literasi, dan sejarah bangsanya,” ujar dia.
Ia mengenang kunjungannya ke Chennai pada 2018 saat menjabat Wali Kota Padang. Kunjungan itu menghasilkan kerja sama pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan India. “Hubungan Indonesia dan India memiliki sejarah panjang. Diplomasi budaya seperti ini harus terus memperkuat kerja sama pendidikan dan peradaban,” kata Mahyeldi.
Hambatan Administrasi Sempat Tunda Distribusi
Ketua Satu Pena Sumbar, Sastri Bakry menjelaskan bantuan 7.000 buku ini sempat tertunda akibat kendala administrasi di Pelabuhan Belawan. Setelah teratasi, koleksi kini siap didistribusikan ke perpustakaan kampus se-Sumatera Barat. Ia berharap buku-buku itu dapat memperkaya referensi akademik dan kajian budaya di daerah tersebut.