Pencarian

FIFA Buka Proses Disipliner ke Argentina: Spanduk Falkland dan Kericuhan Final Diselidiki

Kamis, 30 Juli 2026 • 02:26:32 WIB
FIFA Buka Proses Disipliner ke Argentina: Spanduk Falkland dan Kericuhan Final Diselidiki
FIFA secara resmi membuka proses disipliner terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina terkait spanduk Kepulauan Falkland dan kericuhan di final Piala Dunia.

SUMATERA BARAT — Proses penyelidikan ini mencakup berbagai pelanggaran yang didaftarkan FIFA dalam lembar dakwaan terhadap AFA. Selain dua insiden utama, federasi juga menyoroti nyanyian dan gestur diskriminatif, keterlambatan kick-off, pelanggaran protokol pertandingan dan keamanan, serta aksi melempar benda oleh penonton di beberapa laga.

Spanduk Malvinas Picu Perang Pernyataan Dua Negara

Insiden pertama terjadi setelah Argentina mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal Atlanta. Beberapa pemain Argentina mengangkat spanduk yang memproklamirkan kedaulatan atas Kepulauan Falkland, yang oleh Argentina disebut Malvinas. Wilayah itu telah dikuasai Inggris sejak 1833 dan memicu perang 74 hari pada 1982 yang menewaskan 649 tentara Argentina dan 255 tentara Inggris.

Kode disiplin FIFA melarang penggunaan ajang olahraga untuk demonstrasi yang bersifat non-olahraga. Spanduk itu langsung memicu reaksi politik. Juru bicara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer saat itu menyatakan, "Piala Dunia mungkin bukan milik kami, tapi Kepulauan Falkland pasti milik kami." Sementara itu, Kepala Satuan Tugas FIFA Gedung Putih, Andrew Giuliani, membela pemain Argentina dengan alasan kebebasan berbicara.

Ini bukan pertama kalinya Argentina bermasalah dengan isu serupa. Pada 2014, FIFA mendenda AFA sebesar £20.000 setelah pemain membentangkan spanduk jauh lebih besar sebelum laga persahabatan melawan Slovenia di La Plata.

Paredes dan Molina Terancam Hukuman Berat Usai Final

FIFA juga menyelidiki kekacauan yang terjadi setelah Argentina kalah 1-0 dari Spanyol di final New York New Jersey Stadium. Saat Spanyol merayakan kemenangan, altercations meletus di seluruh lapangan. Gelandang Argentina Leandro Paredes, yang terlihat bergulat dengan bek Spanyol Eric García, menghadapi tiga tuduhan assault berdasarkan kode disiplin FIFA.

Bek Nahuel Molina juga tidak luput dari sanksi. Ia menghadapi dua tuduhan assault (satu selesai dan satu percobaan) serta satu tuduhan perilaku tidak sportif. Asisten pelatih Roberto Ayala menghadapi satu tuduhan assault, sementara Thiago Almada, pemain pengganti yang tak dimainkan di final, mendapat satu tuduhan perilaku tidak sportif. Dari kubu Spanyol, Gavi juga menghadapi tuduhan serupa.

"Sesuai dengan kode disiplin FIFA, para responden kini telah diberi kesempatan untuk menyampaikan posisi mereka. Setelah itu, keputusan akan dikeluarkan oleh komite disiplin FIFA pada waktunya," demikian pernyataan resmi FIFA.

Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks