Pencarian

Gubernur Mahyeldi Ajak 25.000 ASN Pemprov Sumbar Sisihkan Rp1.000 Per Hari untuk Wakaf Uang

Senin, 03 Agustus 2026 • 11:50:32 WIB
Gubernur Mahyeldi Ajak 25.000 ASN Pemprov Sumbar Sisihkan Rp1.000 Per Hari untuk Wakaf Uang
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan ajakan wakaf uang Rp1.000 per hari kepada 25.000 ASN Pemprov Sumbar dalam Subuh Mubarak di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Padang, Minggu (2/8/2026).

PADANG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menghitung potensi besar dari kebiasaan kecil ASN. Dalam kegiatan Subuh Mubarak yang digelar di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, ia mengajak seluruh aparatur sipil negara mulai membangun budaya berwakaf secara rutin dan berkelanjutan.

Menurut Mahyeldi, wakaf tidak sekadar bernilai ibadah, tetapi juga menjadi instrumen sosial-ekonomi jika dikelola profesional. Dana yang terhimpun bisa dialokasikan untuk beasiswa anak kurang mampu, pengembangan SDM, hingga pembiayaan pendidikan.

“Subuh Mubarak bukan sekadar kegiatan ibadah rutin, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter ASN agar memiliki integritas yang kuat serta semangat melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya dalam sambutan yang dikutip Minggu (2/8/2026).

Simulasi Dana Wakaf ASN Capai Rp25 Juta Per Hari

Mahyeldi memaparkan simulasi sederhana di hadapan peserta. Jika sekitar 25.000 pegawai di lingkungan Pemprov Sumbar menyisihkan Rp1.000 per hari, maka akan terkumpul dana wakaf sebesar Rp25 juta setiap harinya.

“Dari total 25.000 pegawai di lingkup Pemprov Sumbar, jika masing-masing menyisihkan Rp1.000 saja setiap hari untuk wakaf, maka akan terkumpul wakaf ASN sebesar Rp25 juta per hari. Itu bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal positif yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan,” ungkapnya.

Dana sebesar itu, lanjut dia, dapat digunakan untuk mendukung pembiayaan pendidikan serta membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.

Minang Global Wakaf Disiapkan sebagai Pengelola Dana

Untuk memastikan pengelolaan dana berjalan transparan, Mahyeldi mendorong pembentukan lembaga Minang Global Wakaf. Lembaga ini diharapkan mampu menghimpun dan mengelola dana wakaf secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Penguatan kelembagaan juga dilakukan dari sisi sumber daya manusia. Sebanyak lima ASN Pemprov Sumbar yang telah memiliki sertifikasi nazhir wakaf diharapkan segera diberdayakan untuk memperkuat tata kelola wakaf di daerah.

“Kalau dilakukan bersama-sama dan dikelola secara profesional, potensi wakaf dari ASN akan sangat besar. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan pendidikan, pengembangan SDM, hingga membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang lebih baik,” kata Mahyeldi.

Kolaborasi dengan Perantau Minang untuk Percepatan Pembangunan

Pengembangan wakaf di Sumatera Barat tidak bisa berjalan sendiri. Mahyeldi menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah daerah, Baznas, lembaga pengelola wakaf, dunia usaha, hingga perantau Minang yang tersebar di berbagai daerah dan luar negeri.

“Melalui sinergi yang kuat, saya optimistis wakaf dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pembangunan Sumatera Barat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus membantu mengurangi angka kemiskinan secara berkelanjutan,” tutupnya.

Kegiatan bertema “Menanam Amal Jariyah Melalui Wakaf, Menuai Pahala Tanpa Batas” itu turut dihadiri anggota Paskibraka Provinsi Sumbar Tahun 2026 serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: langgam.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks