SOLOK SELATAN — Sebanyak 225 Rumah Tahfidz binaan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mengirimkan santrinya untuk berlaga di ajang kompetisi keagamaan yang digelar menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pembukaan resmi dilakukan Bupati Solok Selatan H. Khairunas di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati, Senin (3/8/2026).
Berbeda dari lomba peringatan kemerdekaan pada umumnya, ajang ini dirancang khusus untuk menguji kapasitas pendidikan di rumah tahfidz. Total ada lima cabang perlombaan yang dipertandingkan, mencakup seluruh kurikulum pendidikan di lembaga tersebut.
Lima Cabang Lomba dan Hadiah Utama Umrah
Kelima cabang yang dipertandingkan adalah Cerdas Quran, Khutbah Jumat, Shalat Jenazah, Shalat Fardu, serta Adzan dan Qamat. Seluruh rangkaian acara bekerja sama dan disiarkan langsung oleh Padang TV.
Bupati Khairunas menyebutkan, hadiah utama berupa pemberangkatan umrah akan diberikan kepada juara pertama lomba Cerdas Quran. Khusus untuk cabang ini, kuota yang disiapkan sebanyak tiga orang.
“Tadi saya lihat luar biasa anak-anak yang mengikuti lomba Cerdas Quran. Nanti juara satu dari lomba ini akan diberangkatkan umrah untuk tiga orang,” kata Khairunas saat membuka acara.
Kejar Target 10 Ribu Generasi Qurani
Kompetisi ini merupakan bagian dari penguatan program unggulan daerah Satu Jorong Satu Rumah Tahfidz. Khairunas menegaskan, program tersebut menjadi tulang punggung pembentukan karakter anak yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak berlandaskan Al-quran.
Sejak digulirkan, program ini dinilai telah berhasil melahirkan ribuan hafidz dan hafidzah. Pemerintah kabupaten memproyeksikan dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan, akan tumbuh puluhan ribu generasi qurani yang menyebar hingga ke pelosok Solok Selatan.
“Ini upaya membentuk karakter anak, yang tidak hanya pintar secara akademik namun miliki akhlak berlandaskan Al-quran,” ujarnya.
Kemenag: Bukan Sekadar Kompetisi, tapi Evaluasi Program
Dukungan penuh datang dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Solok Selatan. Kepala Kantor Kemenag Fitriyoni menilai kegiatan ini merupakan ikhtiar membangun generasi qurani yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.
Fitriyoni mengingatkan para peserta agar memaknai lomba ini sebagai momentum peningkatan kompetensi, bukan sekadar ajang mencari kemenangan semata. Ia berharap esensi kegiatan tetap melekat pada bertambahnya ilmu agama, pengalaman, keberanian, dan kecintaan pada Al-quran.
“Menang atau belum menang bukan tujuan bersama, tapi bertambahnya ilmu agama, pengalaman, keberanian, dan kecintaan pada Al-quran,” katanya.
Ia turut mengapresiasi konsistensi pemerintah kabupaten yang rutin menggelar kegiatan serupa. Menurutnya, ajang tahunan ini menjadi alat evaluasi yang efektif untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan program Satu Jorong Satu Rumah Tahfidz di lapangan.