SUMATERA BARAT — Surat dari Gedung Putih yang ditujukan kepada Lisa Cook memuat tuduhan serius. Wakil Kepala Staf Trump, Scavino, menyatakan dalam surat tersebut bahwa terdapat "alasan kuat untuk meyakini bahwa Anda telah memberikan pernyataan palsu terkait satu atau lebih mortgage agreements." Trump memberi tenggat waktu tiga pekan bagi Cook untuk memberikan klarifikasi atas tuduhan tersebut.
Ini bukan kali pertama Cook menjadi sasaran. Upaya serupa sempat dilancarkan tahun lalu, namun Cook membantah tuduhan tersebut dan memilih jalur hukum dengan mengajukan gugatan untuk menentang pemecatannya. Gugatan itu sempat menghentikan langkah Gedung Putih setelah pengadilan federal mengabulkan pencegahan sementara.
Mahkamah Agung Beri Jalan Baru bagi Trump
Bulan Juni lalu, Mahkamah Agung AS dengan suara 5 lawan 4 menguatkan keputusan pengadilan federal yang menghalangi upaya pemecatan sebelumnya. Namun, Ketua Mahkamah Agung John Roberts secara eksplisit mencatat bahwa putusan tersebut tidak menutup ruang bagi Trump untuk mencoba lagi dengan proses yang lebih hati-hati.
Roberts menulis bahwa setiap upaya baru untuk memberhentikan Lisa Cook harus melalui langkah-langkah tambahan guna melindungi hak atas prosedur hukum yang adil sebagaimana dijamin oleh Konstitusi. Vonis ini menjadi dasar hukum bagi surat terbaru yang dilayangkan Gedung Putih.
Tekanan Politik di Tengah Siklus Suku Bunga
Kronologi ini terjadi di tengah kampanye agresif Trump yang mendesak The Fed untuk segera memangkas suku bunga. Cook, yang merupakan penunjukan era Joe Biden, selama ini dikenal sebagai salah satu suara yang vokal dalam diskusi kebijakan moneter di dalam dewan gubernur.
Sikap The Fed pun masih bungkam. Hingga saat ini, pihak Federal Reserve menolak berkomentar mengenai surat dari Gedung Putih tersebut. Sikap ini dinilai sebagai upaya menjaga jarak dari intervensi politik yang dinilai dapat mengganggu kredibilitas bank sentral.
Apa Arti Langkah Ini bagi Pasar dan Kebijakan Moneter?
Bagi pelaku pasar, langkah Trump ini menambah ketidakpastian di tengah gejolak ekonomi global. Jika Cook benar-benar diberhentikan, Trump berpeluang mengisi kursi dewan dengan sosok yang lebih akomodatif terhadap keinginannya menurunkan suku bunga. Hal ini berpotensi mengubah arah kebijakan moneter AS dalam beberapa bulan ke depan.
Namun, jalur hukum yang panjang masih membentang. Proses pemecatan pejabat independen seperti gubernur The Fed memiliki preseden hukum yang rumit, dan gugatan balik dari Cook hampir dipastikan akan kembali memicu pertarungan di pengadilan. Surat terbaru ini hanyalah babak awal dari sebuah drama yang akan menentukan arah suku bunga acuan global.
Investasi mengandung risiko.