SUMATERA BARAT — Penguatan rupiah terjadi saat indeks dolar AS tertekan oleh ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga acuan pada September mendatang. Sikap ini menyusul pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller yang bernada dovish, sehingga pelaku pasar mulai meninggalkan posisi dolar.
Apa yang Menggerakkan Rupiah Hari Ini?
Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai pernyataan The Fed menjadi faktor dominan yang mendorong apresiasi rupiah. Menurutnya, prospek kenaikan suku bunga AS yang meredup membuat aset di pasar emerging market, termasuk Indonesia, kembali menarik bagi investor asing.
"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS menyusul pernyataan dovish dari pejabat The Fed Waller yang melemahkan dolar AS dan menurunkan prospek kenaikan suku bunga oleh The Fed pada September," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Jumat (4/9).
Posisi Rupiah di Tengah Pergerakan Mata Uang Asia
Pergerakan rupiah berbanding terbalik dengan sejumlah mata uang kawasan. Meski mayoritas mata uang Asia terpantau bervariasi, data menunjukkan depresiasi lebih dominan terjadi di Asia.
- Yuan China menguat tipis 0,02 persen
- Peso Filipina naik 0,25 persen
- Dolar Singapura terapresiasi 0,08 persen
- Yen Jepang melemah 0,02 persen ke level 143,4 per dolar AS
- Won Korea Selatan terkoreksi 0,07 persen
- Ringgit Malaysia melemah 0,05 persen
Sementara itu, mata uang negara maju justru menunjukkan penguatan kompak terhadap dolar AS. Dolar Kanada naik 0,07 persen, poundsterling Inggris menguat 0,08 persen, dan euro Eropa terapresiasi 0,06 persen.
Proyeksi Pergerakan Rupiah Sesi Berikutnya
Lukman memperkirakan momentum penguatan masih akan berlanjut sepanjang hari ini. Ia memasang rentang pergerakan rupiah di level Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS.
Namun demikian, penguatan rupiah masih dibayangi ketidakpastian data tenaga kerja AS yang akan dirilis malam nanti. Jika data menunjukkan ekonomi AS masih solid, potensi pembalikan arah dolar tetap terbuka dan bisa menahan laju apresiasi rupiah lebih lanjut.
Investasi mengandung risiko.