Pencarian

Bahlil dan Purbaya Bahas Ulang Skema Subsidi BBM di Jakarta, Targetkan Hapus Subsidi untuk Desil 9 dan 10

Selasa, 11 Agustus 2026 • 21:49:01 WIB
Bahlil dan Purbaya Bahas Ulang Skema Subsidi BBM di Jakarta, Targetkan Hapus Subsidi untuk Desil 9 dan 10
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, untuk membahas skema penyaluran subsidi BBM yang lebih tepat sasaran.

JAKARTA — Rencana pemerintah untuk merombak skema penyaluran subsidi energi kembali mengemuka. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk merancang sistem distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang dinilai selama ini masih bocor ke kelompok masyarakat mampu.

Pertemuan tersebut berlangsung di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (21/1). Usai pertemuan, Bahlil mengungkapkan bahwa salah satu fokus pembahasan adalah mencari formula agar alokasi subsidi migas yang mencapai ratusan triliun rupiah benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Subsidi Dinilai Masih Salah Sasaran

Bahlil menyoroti masih adanya masyarakat dari golongan ekonomi atas yang menikmati subsidi BBM. Menurutnya, kondisi ini menjadi pembahasan utama dengan Menteri Keuangan.

"Selama ini kan kita tahu sebagian subsidi tidak tepat sasaran. Masa orang kaya harus kita subsidi, contoh mereka yang masuk desil 9 dan 10 masih dapat subsidi," ujar Bahlil di Jakarta, Selasa.

Ia menegaskan bahwa temuan di lapangan menunjukkan masih banyak warga mampu yang menggunakan bahan bakar bersubsidi, sementara kelompok prasejahtera justru kerap kesulitan mengaksesnya.

Sistem Baru yang Sedang Dirancang

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri membahas mekanisme teknis penyaluran subsidi agar lebih presisi. Meski belum merinci skema final, Bahlil memastikan bahwa sistem yang tengah disusun akan mengubah pola pendistribusian yang selama ini berlaku.

"Tadi kita membahas juga pola subsidi (BBM) agar tepat sasaran," kata Bahlil.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden yang meminta agar seluruh subsidi dari sektor migas dapat dikelola secara efektif dan tepat sasaran.

Berapa Potensi Penghematan Negara?

Ketika ditanya mengenai besaran penghematan anggaran jika subsidi migas berhasil tepat sasaran, Bahlil belum dapat memberikan angka pasti. Ia menyebut perhitungan tersebut masih dalam tahap kajian bersama Kementerian Keuangan.

"Ini kan sejalan dengan apa yang diarahkan oleh Bapak Presiden, nah karena itu kami melakukan rapat koordinasi dengan Pak Menteri (Purbaya). Kita pingin semua subsidi dari sektor migas itu tepat sasaran," tambahnya.

Pemerintah sebelumnya telah mengalokasikan triliunan rupiah setiap tahunnya untuk subsidi energi, termasuk BBM dan LPG 3 kg. Kebocoran penyaluran selama ini menjadi perhatian serius karena dinilai membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Rencana perbaikan skema penyaluran ini akan terus dimatangkan melalui koordinasi lintas kementerian sebelum akhirnya diumumkan ke publik.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks