SUMATERA BARAT — Kabar kepemilikan mobil listrik baru oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengemuka Jumat (28/8) lalu. Purbaya mengonfirmasi bahwa kendaraan dinas barunya adalah Xpeng X9, sebuah Multi Purpose Vehicle (MPV) premium dari merek China yang tengah naik daun. Langkah ini ia kaitkan langsung dengan upaya penghematan konsumsi BBM sekaligus dukungan terhadap program pemerintah.
"Iya (mobil) baru, nih. Mobil listrik, supaya konsumsi BBM-nya berkurang jadi mendukung program pemerintah," ujar Purbaya saat ditemui wartawan di lingkungan Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.
Dimensi dan Kabin: Saingan Berat Alphard di Kelas MPV Premium
Xpeng X9 bukan sekadar MPV listrik biasa. Dari segi dimensi, mobil ini tampil sangat lega dengan panjang 5.316 mm, lebar 1.988 mm, dan tinggi 1.785 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 3.160 mm, angka yang membuat kabinnya terasa luas bahkan untuk baris ketiga.
Keunggulan utama yang langsung terlihat adalah kursi baris ketiga yang bisa dilipat dengan konfigurasi 60:40. Fleksibilitas ini memungkinkan ruang bagasi menampung barang panjang seperti tas golf, sepeda lipat, atau koper besar tanpa harus mengorbankan seluruh kursi belakang. Ini nilai jual yang jarang dimiliki kompetitor sekelasnya.
Performa dan Jarak Tempuh: Klaim NEDC vs Realita
Soal performa, Xpeng X9 tersedia dalam tiga varian: standar range, long range pro, dan long range pro+. Pabrikan mengklaim varian standar mampu menempuh 620 km, sementara varian teratasnya menembus 715 km. Perlu dicatat, angka ini berdasarkan standar pengukuran NEDC yang biasanya lebih optimistis dibanding kondisi berkendara nyata di perkotaan Indonesia.
Belum diketahui varian mana yang dipilih Purbaya. Namun, di situs resmi Xpeng Indonesia, X9 dibanderol mulai Rp 1.140.000.000 hingga Rp 1.259.000.000 (On The Road Jakarta). Saat ditanya soal nominal pembelian, Purbaya memilih tidak menjawab.
Posisi di Pasar dan Kompetitor Langsung
Dengan banderol miliaran rupiah, Xpeng X9 diposisikan sebagai penantang langsung Toyota Alphard yang selama ini menguasai segmen MPV premium. Kehadirannya juga bersaing ketat dengan Denza D9 yang lebih dulu masuk pasar Indonesia. Perbedaan fundamentalnya jelas: Xpeng menawarkan penggerak listrik murni dengan teknologi yang lebih segar, sementara Alphard masih mengandalkan mesin konvensional.
Keputusan seorang pejabat publik seperti Menkeu memilih mobil listrik China ini bisa menjadi sinyal kuat bagi pasar. Ini menunjukkan bahwa MPV listrik premium kini sudah layak dipertimbangkan sebagai kendaraan dinas, bukan hanya sekadar kendaraan kedua untuk gaya hidup.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Meski spesifikasinya impresif, ada beberapa catatan penting. Pertama, harga jualnya yang mencapai Rp 1,1 miliar menempatkannya di kelas yang sangat eksklusif. Kedua, infrastruktur pengisian daya di Indonesia masih belum merata, terutama untuk perjalanan antar kota. Ketiga, klaim jarak tempuh NEDC perlu diuji ulang dalam kondisi lalu lintas padat dan penggunaan AC yang intensif.
Bagi konsumen yang mencari MPV premium dengan biaya operasional rendah dan teknologi terkini, Xpeng X9 jelas layak masuk daftar. Namun, bagi yang mengutamakan jaringan layanan purna jual yang luas dan nilai jual kembali yang stabil, Toyota Alphard masih menjadi pilihan yang lebih aman.
Keputusan akhirnya bergantung pada prioritas: efisiensi dan teknologi, atau kepraktisan dan keandalan jangka panjang.