Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang menjalankan pembinaan bertahap bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah melalui Program Unggulan UMKM Naik Kelas dan UMKM Champion. Dari total 48 ribu UMKM di Kota Padang, sebanyak 31 ribu di antaranya bergerak di sektor kuliner. Pembinaan menyasar penguatan produk, pengelolaan usaha, hingga pemasaran digital dan akses ekspor.
PADANG — Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang Teddy Antonius menyatakan pembinaan dilakukan bertahap agar pelaku usaha mampu memperkuat kemampuan bisnis dari sisi produk, pengelolaan, maupun pemasaran. Program UMKM Naik Kelas dirancang untuk membina dan menaikkan level pelaku usaha agar berdaya saing tinggi serta memperluas akses pasar.
Adapun UMKM Champion berfungsi sebagai ajang kompetisi, inkubasi, dan peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal. Teddy menyebut program itu sebagai strategi nyata untuk mewujudkan UMKM Naik Kelas di Kota Padang.
Sasaran Pelaku Usaha Tahap Awal
Program tersebut ditujukan bagi pelaku usaha yang masih berada pada tahap awal. Mereka didampingi agar mampu meningkatkan kapasitas hingga bisa memasuki pasar yang lebih luas.
"Melalui program ini, kami membantu pelaku usaha memperkuat kemampuan bisnisnya, baik dari sisi produk, pengelolaan maupun pemasaran, sehingga dapat berkembang dan memiliki daya saing," kata Teddy di Padang, Rabu.
Kuliner Dominasi UMKM Padang dengan 31 Ribu Pelaku Usaha
Sektor kuliner menjadi bidang UMKM terbanyak di Kota Padang. Jumlahnya mencapai 31 ribu pelaku usaha dari total keseluruhan 48 ribu UMKM.
Potensi itu terlihat dari tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan bazar yang khusus menampilkan produk makanan. Teddy menilai kuliner tradisional tetap punya pasar tersendiri di tengah berkembangnya tren makanan kekinian.
"Makanan tradisional tetap memiliki daya tarik di tengah berkembangnya tren kuliner baru. Cita rasa yang sudah familiar membuat produk kuliner warisan daerah tetap dicari dan dimiliki peluang untuk dikembangkan," ujarnya.
Kolaborasi dengan Bea Cukai untuk Dorong Ekspor
Pemkot Padang menggandeng Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Teluk Bayur. Kerja sama itu untuk mendukung pengembangan pelaku UMKM lokal agar mampu menembus pasar ekspor.
Selain pembinaan kapasitas, perkembangan teknologi informasi dinilai membuka peluang perluasan pemasaran. Pelaku UMKM didorong memanfaatkan loka pasar dan media sosial, tidak hanya mengandalkan penjualan langsung.
"Kami mendorong pelaku UMKM tidak hanya mengandalkan pemasaran secara langsung, tetapi mulai mengoptimalkan platform digital agar jangkauan produknya semakin luas," kata Teddy.
Pemanfaatan platform digital diharapkan mempercepat proses pemasaran sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk UMKM Kota Padang.