SUMATERA BARAT — Kehadiran Infinix XPAD 30 Pro di Indonesia menarik perhatian, terutama dengan kampanye "Deadline Killer, Game Winner". Produk ini menyasar mahasiswa dan profesional muda yang butuh satu perangkat untuk bekerja, belajar, menonton, dan sesekali bermain game. Perlu ditegaskan: artikel ini adalah preview berdasarkan rilis resmi, bukan hasil uji jangka panjang. Klaim performa gaming dan daya tahan baterai belum bisa diverifikasi sampai unit benar-benar diuji.
XPAD 30 Pro jelas bukan tablet flagship. Infinix memilih MediaTek Helio G200 Ultimate, chipset yang secara hierarki menempati kelas menengah. Label ini penting dipahami sebelum kamu berharap bisa memainkan game berat dengan setting tertinggi. Helio G-series memang dirancang untuk gaming, tapi "gaming" di sini lebih cocok untuk game populer seperti Mobile Legends atau PUBG Mobile di setting menengah, bukan untuk game dengan beban GPU ekstrem.
Untuk produktivitas harian, chipset ini seharusnya lebih dari cukup. Multitasking, edit dokumen, dan menonton video 2K kemungkinan besar tidak akan jadi masalah. Namun, soal stabilitas thermal saat dipakai bermain game dalam waktu lama, belum bisa kami pastikan dari atas kertas.
Layar 11 inci dengan resolusi 2.5K menjadi daya tarik utama tablet ini. Untuk membaca jurnal, mengerjakan skripsi, atau membagi layar menjadi dua jendela, luas dan ketajaman layar ini jelas menguntungkan. Sayangnya, Infinix belum mengonfirmasi teknologi panel, tingkat kecerahan puncak, maupun akurasi warna. Padahal, informasi ini krusial untuk kamu yang sering bekerja di luar ruangan atau mengedit foto ringan.
Tanpa angka resmi, kita hanya bisa berspekulasi. Jika mengikuti tren tablet di kelas harga menengah, kemungkinan besar panelnya IPS dengan refresh rate 90Hz atau 120Hz. Kita tunggu konfirmasi di acara peluncuran.
Infinix hanya menyebut baterainya "berkapasitas besar" dan mampu menemani aktivitas satu hari penuh. Klaim ini terlalu umum dan belum bisa diverifikasi. Pertanyaan krusialnya: berapa kapasitas mAh? Dan seberapa cepat pengisian dayanya? Untuk tablet yang dipakai kerja seharian, angka pasti soal kapasitas dan watt charger sangat penting. Selisih antara baterai 7.000 mAh dan 10.000 mAh, atau charging 18W dan 45W, sangat signifikan.
XPAD 30 Pro akan diperkenalkan secara resmi di Indonesia pada 8 September 2026 melalui kanal digital Infinix. Penjualan online dijadwalkan mulai sehari setelahnya, 9 September pukul 00.00 WIB. Namun hingga artikel ini ditulis, harga resmi belum diumumkan. Keputusan harga inilah yang akan menentukan apakah tablet ini layak masuk daftar incaranmu.
Jika harganya di bawah Rp 3 jutaan, tablet ini menjadi opsi menarik untuk perangkat belajar dengan layar luas. Namun jika dipatok di Rp 4 jutaan atau lebih, persaingannya langsung ketemu Redmi Pad Pro dan lini tablet Samsung Galaxy Tab A9+ yang punya ekosistem dan software update lebih mapan.
Sebagai preview, XPAD 30 Pro punya fondasi menarik untuk target pasarnya: layar luas untuk produktivitas, chipset untuk hiburan, dan harga yang berpotensi kompetitif. Namun, label "Pro" tidak otomatis berarti performa gahar. Tetaplah kritis dan tunggu harga resmi plus hasil uji langsung sebelum memutuskan. Artikel ini akan kami perbarui setelah acara peluncuran dan setelah unit uji kami dapatkan.